Rabu, 31 Oktober 2012

Bumi Manusia

“Seorang terpelajar sudah harus berlaku adil sejak dalam pikiran apalagi perbuatan.” Begitu yang diucapkan oleh Jean Marais pada Minke. Saat itu Minke sedang dalam pergolakan batin dan perasaan. Di satu sisi ia tertarik dengan dara cantik nan menawan keturunan pribumi dan belanda yang bernama Annelis. Namun disisi lain gadis yang ia sukai tersebut adalah anak dari seorang nyai. Nyai adalah seorang istri tidak sah dari seorang Belanda yang kaya raya. Yang banyak orang memandang rendah terhadapnya walaupun kekayaan berlimpah ruah melingkupi kehidupan mereka. Di saat kebingungan inilah akhirnya ia memutuskan untuk berkunjung ke rumah salah seorang kawan dekatnya tersebut.

Minke adalah seorang pelajar H.B.S (Hindia Belanda School) yang cerdas, walaupun ia seorang pribumi. Ia juga seorang yang gemar menulis. Hingga ia dikenal karena tulisan-tulisannya.
Di akhir cerita ternyata sosok jean marais mulai menyukai dan tertarik dengan kepribadian seorang nyai ontosoroh. Sedangkan Minke menikah dengan Annelis setelah melewati peristiwa demi peristiwa menggoncangkan yang membuatnya menjadi semakin dewasa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar