“Seorang terpelajar sudah harus berlaku adil
sejak dalam pikiran apalagi perbuatan.” Begitu yang diucapkan oleh Jean Marais pada
Minke. Saat itu Minke sedang dalam pergolakan batin dan perasaan. Di satu sisi
ia tertarik dengan dara cantik nan menawan keturunan pribumi dan belanda yang bernama
Annelis. Namun disisi lain gadis yang ia sukai tersebut adalah anak dari seorang
nyai. Nyai adalah seorang istri tidak sah dari seorang Belanda yang kaya raya. Yang
banyak orang memandang rendah terhadapnya walaupun kekayaan berlimpah ruah
melingkupi kehidupan mereka. Di saat kebingungan
inilah akhirnya ia memutuskan untuk berkunjung ke rumah salah seorang kawan
dekatnya tersebut.
Minke adalah seorang pelajar H.B.S (Hindia
Belanda School) yang cerdas, walaupun ia seorang pribumi. Ia juga seorang yang
gemar menulis. Hingga ia dikenal karena tulisan-tulisannya.
Di akhir cerita ternyata sosok jean marais
mulai menyukai dan tertarik dengan kepribadian seorang nyai ontosoroh.
Sedangkan Minke menikah dengan Annelis setelah melewati peristiwa demi
peristiwa menggoncangkan yang membuatnya menjadi semakin dewasa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar