Selasa, 23 Oktober 2012

Kabupaten Dengan Seribu Potensi

22 tahun sudah saya lahir, tinggal, hidup dan besar di kabupaten Tuban. Kota kecil yang ada di pesisir pantai utara. Berjarak 103 km ke arah barat dari ibukota propinsi jawa timur jika ditempuh dengan kecepatan 1 jam 30 menit. 22 tahun bukan waktu yang singkat, seharusnya waktu yang cukup untuk mencetak saya paling tidak menjadi seseorang yang mengenal daerahnya sendiri. Namun apa mau dikata ternyata saya tidak tahu apa-apa tentang daerah sendiri. Pengetahuan saya hanya seujung kuku bahkan mungkin bisa dibilang hanya sebutir debu bahkan lebih kecil lagi, lagi dan lagi.



Jika bukan karena Babe, mungkin saya tidak akan mencari tahu tentang seluk beluk Tuban. Iya. Beliaulah yang paling sering bertanya (atau mungkin bisa dibilang ngetes) tentang Tuban dan pengetahuan umum lainnya. Ternyata apa yang saya ketahui tak ada apa-apanya dibandingkan dari yang diketahui Babe. Walaupun Beliau hanya seorang yang tidak lulus SD. Namun pengetahuan dan wawasannya luas. Karena rasa keingintahuannya yang tinggi, suka membaca dan selalu update berita terkini (yang jelas bukan berita selebriti :P)

Tuban, kota kelahiran yang menyimpan seribu potensi didalamnya. Siapa yang tidak tahu jika dulu Ia terkenal sebagai pelabuhan besar. Harum kemasyurannya masih tercium hingga kini. Walaupun kini kebesaran pelabuhan tersebut hanya tinggal bekas-bekasnya saja. Kabupaten yang terkenal dengan pantainya yang panjang. Dari wilayah sebelah timur hingga barat wilayah bagian utara berbatasan langsung dengan pantai utara. Panjangnya sekitar 65 km. Dengan panjang pantainya tersebut merupakan potensi yang sangat bagus sebagai daerah yang mampu mengeksplotasi perikanan baik penangkapan, budidaya tambak atau sawah maupun hasil olahan laut lainnya.

Belum lagi dengan potensi pertaniannya yang juga luas dan subur. Tuban bisa disebut sebagai daerah dengan produksi kacang tanah terbaik yang ada di Indonesia. Hal ini ditandai dengan dipatenkannya kacang varietas Tuban menjadi varietas kacang tanah unggul nasional oleh Menteri Pertanian pada tahun 2003. Hasil pertanian yang lain adalah padi Pendok yang juga khas Tuban. Dan masih banyak hasil pertanian yang lainnya. Selain itu ada buah yang juga menjadi ciri khas Tuban yakni siwalan. Karena itu juga Tuban banyak dikenal dengan kota tuak (saya lebih suka istilah legen daripada tuak, walaupun emang keduanya berbeda :D). Ada juga buah yang telah di patenkan menjadi buah khas Tuban yakni duku prunggahan. Selain itu ada juga buah blimbing dari desa Tasikmadu kecamatan Palang serta kawis dari kecamatan Bancar.

Hutan yang luas dengan bermacam tanaman di dalamnya. Di dominasi oleh tanaman jati, ada yang telah berumur ratusan tahun, ada juga yang baru beberapa tahun. Terdiri dari hutan konservasi (cagar alam) dan hutan lindung. Karena hutan yang ada di kabupaten ini banyak di dominasi oleh tanaman jati maka banyak orang di daerah sekitar hutan yang membuat kerajinan meubel gembol (terbuat dari tunggak jati). Hasilnya sangat indah dan bernilai seni serta memiliki nilai jual yang tinggi.

Potensi pertambangannya pun bisa dibilang bagus. Mulai dari pertambangan kalsit, dolomit, batu gamping, lempung atau tanah liat serta pasir kuarsa. Potensi pertambangan yang ada di Tuban memang cukup bagus, hal ini pula yang membuat dunia industri menjamah kota kecil ini. Mulai dari PT. Semen Gresik, TPPI dan Wood Center yang membangun pabriknya di kota ini. Sayangnya hanya sebagian kecil dari penduduk Tuban yang menikmati adanya pembangunan industri tersebut. Tentunya banyak pula hal negatif yang menyertainya, salah satunya semakin banyaknya polusi yang merambah .

Jika berbicara tentang potensi di Tuban memang serasa tak ada habisnya. Dari mulai potensi laut (perikanan, tambak, hasil laut dan olahannya), persawahan, kebun, kerajinan, pariwisata, perhutanan dan juga pertambangan. Dari situ saya sadar ternyata daerah yang sudah 22 tahun saya tinggali ini adalah daerah kaya dengan beribu potensi di dalamnya. Untuk SDMnya pun saya percaya bahwa putera daerah ini merupakan bibit-bibit unggul yang cerdas dan mumpuni untuk mengelola sumber daya alam yang melimpah ini.

Saya yakin daerah-daerah lain juga tidak kalah bahkan mempunyai potensi yang lebih dari Tuban. Paling tidak marilah kita mengenal daerah kita sendiri. Mengetahui sejarahnya dan berbagai macam pengetahuan tentangnya. Jangan sampai kita hafal di luar kepala berbagai disiplin ilmu yang lain, serta sejarah berbagai bangsa dan daerah yang ada di belahan dunia yang lain namun sama sekali tidak mengenal daerah sendiri. Harapannya ketika kita sudah bisa mengenal daerah sendiri (anggap saja sebagai salah satu bentuk dan wujud kita untuk mengenal diri sendiri sebelum mengenal orang lain dan dunia luar) adalah adanya kontribusi kita, apapun bentuknya (tentunya bukan hal yang negatif :) )![] DP

Tidak ada komentar:

Posting Komentar