Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 26 Oktober 2014

Ada Rindu Di bawah Cahaya Purnama

Adakah yang lebih indah dari kerlip bintang di langit ?
Jika kau rindu lihatlah bintang disana
Ia tersenyum manis memandangmu
Anggap saja ia sebagai aku
Jarak diantara kita memang jauh membentang
Namun ingatlah bahwa hati kita masih bersama
Di bawah langit yang sama.
Ada aku dan kamu
Di bawah temaram cahaya purnama

*Belajar bikin puisi cinta-cintaan :D


Kamis, 02 Oktober 2014

Mengalahkan Diri Sendiri


Aku bangga padamu

Bukan karena engkau berhasil meraih ini

Namun sekedar karena engkau telah berhasil mengalahkan dirimu sendiri

Kini, giliran aku yang harus mengalahkan diriku sendiri

Pasti bisa

Tetap semangat!!

01-10-2014
Nee





Senin, 29 September 2014

Sore Itu

Langit temaram menambah cekam dan hening suasana sore itu, bibir ini kian lamat-lamat untuk membuka. Ada gejolak dan batu yang menggelayut di dada hingga membuat sulit untuk berkata-kata. Oh, seandainya saja untuk mengungkapkannya, bisa semudah saat aku melahap lalapan Latansa, salah satu lalapan kesukaanku. Kubuang angan-angan itu. Kembali kuubah letak dudukku senyaman mungkin. Kuukir senyum seindah kerlipan bintang di malam dingin. Kuatur napasku satu-satu. Hhhh!

Selasa, 27 Mei 2014

Mimpi Indah


Bayangan indah menyergap

Makin lama makin nyata

Oh mungkinkah?

Aku berjalan di alam itu dengan senyuman

Namun ternyata itu hanya mimpi adanya

Semua mengabur…

Bayangan indah itu pun kian lama kian kabur tak berbentuk

Tak kutangkap lagi sesosok pun disana

Oh ternyata aku hanya bermimpi

Dan kini aku terbangun lagi

Bahwa itu tak nyata adanya

Mungkin ini mimpi

Mungkin pula hanya khayalanku saja

Atau mungkin khayalan yang muncul dalam mimpi?

Aku tak ingin mengingatnya lagi


Karena semua sudah selesai sebelum dapat kusadari!


Sabtu, 13 Oktober 2012

Senja dan Gerbong Kereta

[Puisi Edisi Kamis, 11 Oktober 2012]

Delima Putih

Senjalah yang kembali menuangkan hangat
Berbisik pelan, santun, lembut
Dengan aroma khas gerbong yang berkarat
Menyebarkan bau senyinyir darah

Adalah senja ini menjadi saksi
Juga gemerisik suara rel kereta yang beradu dengan rodanya
Membawa kabar akan ikhwal negeri ini
Bawalah saja pergi berlari menyusuri
Semua hal tak pasti
Yang membawa derita bagi rakyat negeri ini

Sabtu, 29 September 2012

MERINDU




Rindu yang membara
Diantara belantara hujan gerimis yang mendera

Jauh..jauh..
Sudah terlampau jauh aku melemparkan diri

Namun kini aku merindu untuk kembali
Kembali bergandeng tangan dengan kalian dan ikut berlari

Rintik-rintik sajak berjatuhan dalam gerimis pagi ini
Menelurkan asa menuai harap
Dalam senja kalbuku yang semakin dalam

Jauh sudah terdampar dalam jalan sunyi
Ayolah kita kembali berlari
Bosan sudah, aku hening dalam rinai ini
Semakin lama berada dalam nyala hening
Semakin yakin ini tak sekedar kape-kape

Inilah jalan pasti dengan nyala terang di penghujung jalan
Merindu untuk kembali berdekap denganmu
Menyusuri jalan itu.



_Nee_
MLG, 24 SEPTEMBER 2012