Tampilkan postingan dengan label Review Buku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Review Buku. Tampilkan semua postingan

Senin, 29 September 2014

Cerpen Pilihan KOMPAS 2010

SIRAJATUNDA

Buku ini berisi beberapa kumpulan cerpen pilihan kompas tahun 2010. Seperti yang sudah mafhum kita ketahui bahwa sangat sulit sekali untuk menembus media elit di Indonesia ini. Dalam seminggu sekali Koran ini akan menampilkan satu kolom berisi cerpen setiap hari minggunya. Bisa ratusan naskah yang masuk dan hanya dipilih satu yang terbaik versi mereka. Apalagi yang belum punya nama, jangan sakit hati jika naskahmu ditolak. Saya sendiri belum pernah mengirimkan kesana karena merasa kapasitas karya saya masih sangat jauh jauuuh sekali dari standar mereka, Kompas gitu lho!

Selasa, 17 Desember 2013

Belajar Sabar dan Kerja Keras Dari “9 Matahari “


Judul   : 9 Matahari
Penulis : Adenita
Penerbit: Grasindo

9 matahari mengisahkan tentang perjuangan Matari yang nekat pergi ke Bandung untuk kuliah. Walaupun tidak memiliki biaya dan orangtuanya pun sudah angkat tangan tidak bisa membiayai karena himpitan ekonomi, namun ia tetap bersikukuh untuk melanjutkan pendidikannya. Buku ini seakan ingin mengatakan pada kita bahwa apa yang kita inginkan pasti memerlukan perjuangan untuk mendapatkannya. Entah itu tenaga, waktu dan uang.

Kisah demi kisah terenda sedemikian apik bagaimana Matari harus berjuang untuk membiayai kuliahnya. Batu dan rintangan seakan tidak menggoyahkan Matari untuk mencapai tujuan yang ingin ia capai. Entah itu harus hutang hingga berpuluh juta sampai ia kesulitan membagi waktu antara kerja sebagai seorang penyiar radio dan kuliah. Ia pun mencapai titik saturasi dimana ia jatuh sakit. Bukan hanya fisik, Matari juga capek psikologis menghadapi tantangan hidup yang demikian keras.

Hingga tiga semester ia lewati tidak masuk kuliah. Disaat-saat itulah ia berkontemplasi dan memberikan seluruh waktu untuk dirinya sendiri. Memuaskan dahaga keingintahuannya akan ilmu di luar kampus. Mencari ilmu dan pengalaman di universitas kehidupan. Ia banyak membaca dan menulis, kegiatan menyenangkan yang sudah lama ia tinggalkan karena sibuk kuliah dan bekerja. Tidak hanya itu, ia pun terlibat dengan kegiatan perintisan stasiun televisi di ITB.

Setelah tiga semester berlalu, sakit yang dideritanya pun sembuh dan pikirannya kembali fresh, Matari pun kembali lagi kekampus. Ia tidak ingin putus kuliah. Ia ingin membuktikan pada keluarga yang selama ini menentangnya kuliah bahwa ia bisa menyelesaikan kuliah hingga lulus dan membanggakan keluarga. Akhirnya ia pun lulus dan bisa membuktikan bahwa ia bisa.


Buku ini mengajarkan kita akan sebuah tekad dan usaha yang keras. Dimana ada keinginan disitu pula akan ada jalan. Walaupun jalan itu berliku, terjal dan bergelombang.[]DP