Teman-teman
semua pasti tidak asing dengan peralatan rumah tangga, seperti bak, botol, dan
segala jenis barang yang terbuat dari plastik atau polimer. Barang-barang ini
sangat mudah ditemukan dimana saja. Bahan baku dari barang-barang seperti botol
tersebut terbuat dari material yang lazim kita sebut sebagai polimer.
Polimer
merupakan ikatan rantai yang terdiri dari perulangan mer. Daripada sulit-sulit
dengan penggunaan istilah yang hanya membuat pusing dan pening yang mungkin
malah bikin bingung, gini aja saya kasih contoh nyata polimer. Sebelumnya saya
ingin memberitahu bahwa polimer terbagi menjadi dua yakni organik atau terbuat
dari alam seperti kayu, karet alam, kapas dll. Dan anorganik atau dibuat dengan
sintesis seperti plastik dan berbagai macam polimer seperti poliester, polietylene dll
Polimer
umumnya mempunyai sifat isolator dalam bahasa fisika atau tidak dapat
menghantarkan arus listrik. Polimer menjadi hal yang vital bagi kehidupuan
kita. Bagaimana tidak segala barang yang kita pakai sebagian besar adalah
barang yang terbuat dari material jenis polimer. Mulai dari botol, sendal, peralatan
dapur dan lain sebagainya sebagian besar terbuat dari polimer. Pemanfaatan
polimer memang baru sebatas itu. Baru sebatas pemanfaatan strukturalnya saja
(wujud materialnya yang hanya diubah bentuk menjadi berbagai macam barang).
Belum dimanfaatkan secara fungsional
(pemanfaatan dari sifat-sifat yang ada didalamnya baik sifat fisika maupun kimia)
(pemanfaatan dari sifat-sifat yang ada didalamnya baik sifat fisika maupun kimia)
Polimer
memiliki sifat isolatif serta memiliki banyak keunggulan yang lain seperti
memiliki ketahanan terhadap korosi. Karena ia merupakan material yang tidak
mudah teroksidasi seperti material jenis logam. Selain itu ia lebih elastis,
ringan dan mudah dibentuk. Polimer juga melimpah di alam, sehingga
pemanfaatanya pun semakin gencar dilakukan.
Mari kita
berandai-andai. Bagaimana jika selain sifat-sifat unggul yang dimiliki oleh
polimer tadi juga memiliki sifat unggul dari material jenis lain, logam
misalnya. Ia terkenal dengan sifat konduktifitasnya atau sederhananya dapat
menghantarkan arus listrik. Polimer dengan sifat aslinya seperti yang sudah
disebutkan tadi dengan sifat lain dari logam yakni konduktifitas. Tentu akan
menjadi perpaduan material yang unik bukan. Tentunya juga akan berimplikasi
pada semakin luasnya aplikasi yang dapat dilakukan.
Ternyata
para peneliti itu tidak jemu-jemu untuk terus melakukan penelitian. Hal yang
tadi kita andaikan tersebut ternyata telah terealisasi. Dua orang peneliti
yakni MacDiarmic Shirakawa dan
Heeger dengan jeli
dan tekunnya melakukan penelitian terhadap eksplorasi polimer hingga akhirnya
didapatlah material jenis baru yakni polimer konduktif. Sifat-sifat yang
dimiliki persis dengan yang disebutkan tadi. Memiliki sifat-sifat asli polimer
seperti tahan korosi, elastis, ringan serta mudah dibentuk selain itu juga
memiliki sifat konduktifitas yang juga dimiliki oleh logam. Aplikasi dari
polimer pun akhirnya tidak hanya sebatas pada strukturalnya saja namun juga
dari segi fungsionalnya. Sehingga dapat diaplikasikan menjadi sensor, polimer
light emitting diode.
Polimer Konduktif dengan
aplikasinya sebagai PLED atau Polimer Light Emitting Diode mulai dapat
menggantikan fungsi dari LED (Light Emitting Diode) biasa. Karena PLED
mempunyai kelebihan dibandingkan dengan LED biasa. Yakni memiliki kualitas yang
lebih tinggi, serta komponen yang lebih efisien dari segi biaya, cahaya yang
dihasilkan pun lebih terang, berukuran kecil, menyerap enegri lebih rendah, biodegradable
mudah disintesis serta memiliki kecepatan switching yang tinggi dan dapat
bertahan dalam kurun waktu yang lama sekitar 15.000 jam.[]delima putih
Tidak ada komentar:
Posting Komentar