Sabtu, 23 Juni 2012

Polimer Konduktif


Teman-teman semua pasti tidak asing dengan peralatan rumah tangga, seperti bak, botol, dan segala jenis barang yang terbuat dari plastik atau polimer. Barang-barang ini sangat mudah ditemukan dimana saja. Bahan baku dari barang-barang seperti botol tersebut terbuat dari material yang lazim kita sebut sebagai polimer.
Polimer merupakan ikatan rantai yang terdiri dari perulangan mer. Daripada sulit-sulit dengan penggunaan istilah yang hanya membuat pusing dan pening yang mungkin malah bikin bingung, gini aja saya kasih contoh nyata polimer. Sebelumnya saya ingin memberitahu bahwa polimer terbagi menjadi dua yakni organik atau terbuat dari alam seperti kayu, karet alam, kapas dll. Dan anorganik atau dibuat dengan sintesis seperti plastik dan berbagai macam polimer seperti poliester, polietylene dll
Polimer umumnya mempunyai sifat isolator dalam bahasa fisika atau tidak dapat menghantarkan arus listrik. Polimer menjadi hal yang vital bagi kehidupuan kita. Bagaimana tidak segala barang yang kita pakai sebagian besar adalah barang yang terbuat dari material jenis polimer. Mulai dari botol, sendal, peralatan dapur dan lain sebagainya sebagian besar terbuat dari polimer. Pemanfaatan polimer memang baru sebatas itu. Baru sebatas pemanfaatan strukturalnya saja (wujud materialnya yang hanya diubah bentuk menjadi berbagai macam barang). Belum dimanfaatkan secara fungsional
(pemanfaatan dari sifat-sifat yang ada didalamnya baik sifat fisika maupun kimia)
Polimer memiliki sifat isolatif serta memiliki banyak keunggulan yang lain seperti memiliki ketahanan terhadap korosi. Karena ia merupakan material yang tidak mudah teroksidasi seperti material jenis logam. Selain itu ia lebih elastis, ringan dan mudah dibentuk. Polimer juga melimpah di alam, sehingga pemanfaatanya pun semakin gencar dilakukan.
Mari kita berandai-andai. Bagaimana jika selain sifat-sifat unggul yang dimiliki oleh polimer tadi juga memiliki sifat unggul dari material jenis lain, logam misalnya. Ia terkenal dengan sifat konduktifitasnya atau sederhananya dapat menghantarkan arus listrik. Polimer dengan sifat aslinya seperti yang sudah disebutkan tadi dengan sifat lain dari logam yakni konduktifitas. Tentu akan menjadi perpaduan material yang unik bukan. Tentunya juga akan berimplikasi pada semakin luasnya aplikasi yang dapat dilakukan.
Ternyata para peneliti itu tidak jemu-jemu untuk terus melakukan penelitian. Hal yang tadi kita andaikan tersebut ternyata telah terealisasi. Dua orang peneliti yakni MacDiarmic Shirakawa dan Heeger dengan jeli dan tekunnya melakukan penelitian terhadap eksplorasi polimer hingga akhirnya didapatlah material jenis baru yakni polimer konduktif. Sifat-sifat yang dimiliki persis dengan yang disebutkan tadi. Memiliki sifat-sifat asli polimer seperti tahan korosi, elastis, ringan serta mudah dibentuk selain itu juga memiliki sifat konduktifitas yang juga dimiliki oleh logam. Aplikasi dari polimer pun akhirnya tidak hanya sebatas pada strukturalnya saja namun juga dari segi fungsionalnya. Sehingga dapat diaplikasikan menjadi sensor, polimer light emitting diode.
Polimer Konduktif dengan aplikasinya sebagai PLED atau Polimer Light Emitting Diode mulai dapat menggantikan fungsi dari LED (Light Emitting Diode) biasa. Karena PLED mempunyai kelebihan dibandingkan dengan LED biasa. Yakni memiliki kualitas yang lebih tinggi, serta komponen yang lebih efisien dari segi biaya, cahaya yang dihasilkan pun lebih terang, berukuran kecil, menyerap enegri lebih rendah, biodegradable mudah disintesis serta memiliki kecepatan switching yang tinggi dan dapat bertahan dalam kurun waktu yang lama sekitar 15.000 jam.[]delima putih


Tidak ada komentar:

Posting Komentar