selasa, 10 April 2012 06.03
Benar-benar terinspirasi dari buku HABITS karangan ustad Felix. Membiasakan hal yang tak biasa, dan menjadikan hal hebat menjadi biasa. Habits dulu baru hebats. Begitu kira-kira. Habits juga punya orang tua lho, sama seperti kita. Tak mungkin habist bisa lahir dengan sendirinya tanpa adanya orang tua.
Benar-benar terinspirasi dari buku HABITS karangan ustad Felix. Membiasakan hal yang tak biasa, dan menjadikan hal hebat menjadi biasa. Habits dulu baru hebats. Begitu kira-kira. Habits juga punya orang tua lho, sama seperti kita. Tak mungkin habist bisa lahir dengan sendirinya tanpa adanya orang tua.
Kedua orang tua habits adalah, practice dan repetition. Iya dua komponen itulah pembentuk habits. Practice atau praktek(habits apa yang ingin kita munculkan) dan yang kedua adalah repetition atau repetisi/pengulangan dari praktek yang kita lakukan.
Cukup mudah bukan? Dan hsilnya akan luar biasa. Kita dapat mempunyai keahlian dengan mudah istilahnya sudah terotomatisasi. Apa yang dianggap orang lain susah akan menjadi hal biasa buat kita , kenapa? Karena kita sudah biasa melakukannya. Hebat apa keren ?
begitulah, aku mencoba menyusun serpihan-serpihan energiku untuk membuat habits baruku yakni salah satunya adalah menulis minimal satu lembar tiap hari ba’da shubuh. Jika mau dikata sebenarnya males gila mau nulis pagi-pagi gini, mending tarik selimut deh. Tapi gimana sudah di azam kan je. Harus dikerjakan, biar terpaksa maupun secara sukarela. Hal ini mulai kupraktekan dari kemaren, jadi hari ini adalah hari kedua. Alhamdulillah kemaren mampu menulis 2 halaman yang dari targetnya hanya satu lembar.
Menyoal habits yang ingin kubentuk bukan hanya dari segi menulis namun juga yang lain. Orang yang suka menulis otomatis juga akan suka (atau harus ya?) membaca. Karena membaca adalah salah satu bekal dari menulis. Dengan membaca wawasan dan pengetahuan akan semakin luas sehingga hasil tulisan yang kita buat pun akan semakin bagus dan berbobot tentunya tidak hanya sekedar menulis.
Menyoal tentang habits yang juga ingin ku munculkan adalah salah satunya selain menulis juga membaca. Namun apa mau dikata ternyata belum bisa practice (praktek aja belum dilakukan bagaimana mau melakukan perulangan/repetisi? ).
Pada hari pertama saya mencoba melahap sebuah buku dalam 10 menit itu batas waktu minimal yang kutargetkan. Namun yang terjadi adalah baru beberapa kalimat yang kubaca diam-diam kulirik jam yang ada di hape. Baca lagi nglirik lagi. Kapan yha 10 menit batinku. Namun yang terjadi selanjutnya bukan lagi lirik-lirikan namun saya pulas tertidur dengan buku yang masih saya pegang. Masya Allah. Ternyata lebih susah, karena memang selama ini sebenarnya saya suka membaca tapi itu tergantung mood. Jika lagi mood bisa seharian yang kulakukan hanya membaca dan membaca. Lalu pada malam yang kedua ternyata saya sholat maghrib di masjid kampus setelah itu saya pergi sama teman ke islamic book fair alhasil praktek membaca terorganisir belum juga bisa jalan.
Target saya yang lain adalah mampu membaca literatur arab, karna saat halqah selalu kesulitan saat membaca kitab dan mengartikannya. Pada malam pertama sukses. Ba’da isya saya baca kitab itu sambil belajar nerjemahin. Namun pada malam kedua saya ketiduran karena capek baru pulang dari ibf. Akhirnya pada malam kedua yang seharusnya saya belajar membaca kitab selama 5 menit kandas karena tertidur. Niatnya sebenarnya ingin bisa berbahasa arab namun karena pelajaran bhsa arab yang ada di masjid adanya hanya 2 minggu sekali maka saya putuskan untuk belajar yang mudah dulu juga yang biasa dilakukan. Akhirnya saya putusan belajar membaca kitab yang berbahasa arab.
Semoga hal-hal yang memalukan itu tidak terulang kembali. Sekelumit catatan ini saya buat bukan karena apa-apa namun karena ini tugas yang telah saya azamkan. Karena saya harus menulis. Demi islam agar semakin tersebar. ^.^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar