Dunia ini hanyalah sebuah panggung sandiwara seperti dalam firman Allah di dalam QS Muhammad ayat 36. Yang menyebutkan bahwa dunia hanyalah senda gurau dan permainan belaka, dan Allah juga menerangkan dalam ayat ini bahwa Allah akan memberi pahala yang besar kepada orang-orang yang bertakwa dan beriman kepadaNya yang juga ditegaskan dalam QS Fushilat ayat 46. “Bahwa barangsiapa mengerjakan amal saleh maka pahalanya untuk dirinya sendiri dan barangsiapa berbuat jahat maka dosanya untuk dirinya sendiri. Dan tidaklah Tuhanmu menganiaya hamba-hambaNya”. Kehidupan ini memang hanya sebuah permainan dan panggung sandiwara. Dimana didalamnya terdapat terdapat berbagai peran yakni pasti ada yang namanya kebenaran vs kebathilan, kedzaliman vs keadilan, keimanan vs kekafiran. Sebuah pergolakan yang selalu ada dalam setiap panggung sandiwara seperti dalam cerita-cerita wayang, drama, sinetron, atau apalah namanya itu yang juga ada dalam kehidupan dunia ini. Setiap gesekan dan pergolakan yang terjadi merupakan sesuatu yang alami dan merupakan sunatullah,karena sangat tidak mungkin dunia ini menjadi datar-datar saja. Dan kita pun tak mungkin mengharapkan hal ini terjadi. Jadi memang sudah sewajarnya hal ini terjadi.
Kemenangan antara yang benar dan yang jahat laksana roda yang berputar. Kadangkala pihak jahat yang menang dan berada diatas angin, kadang pula pihak yang benar yang menang. Adanya pergiliran ini memang suatu hal yang sudah sejak dulu terjadi dan akan terus terjadi hingga esok. Dan karena hal ini memang sudah menjadi sunatullah. Seperti dalam firman Allah pada surat ali imran ayat 140 : “dan hari-hari (kemenangan itu) Kamu pergilirkan diantara manusia”. Dalam pergiliran kemenangan antara kejahatan dan kebaikan akan selalu ada yang menang dan ada yang kalah. Dominasi kemenangan dari setiap pihak akan terus berlangsung dan berlanjut ibarat roda yang berputar. Akan tetapi di akhir setiap pergulatan akan ada pihak yang akan menang, dan kemenangan ini akan dimenangkan oleh pihak yang benar. Walaupun jalan yang dilalui untuk menuju kemenangan tersebut sangat berliku-liku dan panjang bahkan akan menguras pikiran, tenaga dan harta juga nyawa. Namun akhir dari pergulatan ini pasti akan dimenangkan oleh pihak yang benar karna kemenangan dari pihak bathil tak akan lama dan akan segera lenyap, hal ini juga sudah ditegaskan oleh dalam surat Al-Isra : 81.
Jika kekufuran dan kejahatan yang mendominasi dunia ini maka yang ada hanyalah kerusakan, kesengsaraan dan juga kehinaan. Rakyat lemah terdzalimi, anak-anak banyak yang terlantar, para wanita diperkosa, bayi-bayi dimatikan sebelum dilahirkan. Tangis dan jeritan kesengsaraan yang menyayat disetiap tempat seperti yang saat ini menimpa saudara-saudara kita di palestina dan di negeri-negeri terjajah lainnya. Dan masih banyak sekali kengerian lain yang terjadi jika kejahatan dan kekufuran mendominasi dunia, hal ini jauh sekali dari kemuliaan yang seharusnya dicapai oleh manusia. Jika kita tilik ternyata yang saat ini mendominasi atau pihak yang berada diatas roda perputaran kemenangan adalah di pihak kekufuran. Dimana hal ini begitu disayangkan karena telah membuat kerusakan dan kesengsaraan belaka, karena memang hukum-hukum Allah telah dicampakkan begitu saja. Jika sudah diketahui bahwa saat ini yang mendominasi dan menjadi pihak yang menang adalah pihak bathil/jahat/kufur atau apapun namanya mereka itu, jelas apa yang harus dilakukan oleh orang –orang yang sadar akan perubahan dan yang mempunyai keimanan serta hati nurani. Bahwa mereka ini harus melakukan perubahan. Untuk segera menyadarkan umat, serta memberantas kekufuran sampai akar-akarnya. Untuk menuju kemuliaan dan kebangkitan hakiki. Dengan meletakkan pondasi dasar yakni syariah Allah sebagai hukum yang harus diterapkan agar kebahagiaan dan keadilan yang diimpi-impikan semua orang segera terwujud. Solusi fundamental untuk segala permasalahan.
Untuk mewujudkan hal ini bukanlah hal yang mudah karena berbagai halangan dan rintangan akan turut menyertai. Segala daya upaya dari pihak kejahatan akan dikerahkan untuk menghalau gerakan ini, karena mereka yang telah menikmati hidup dalam sistem yang rusak ini akan senantiasa untuk mempertahankan apa yang telah membuat mereka merasakan nikmatnya dunia. Mereka akan terus berjuang untuk mempertahankan sistem ini dan menghalangi serta mengerahkan segala cara dan tipu daya agar gerakan penyadaran dan perubahan ini tidak terwujud. Namun hal ini bukanlah menjadi hal yang perlu ditakutkan karena kebenaran itu pasti akan menang. Segala ujian, hambatan dan rintangan pasti ada namun jika kita mampu untuk tetap istiqomah dalam berdakwah dan tetap berada dalam petunjuk Allah niscaya nasrullah dan kemenangan itu akan segera datang. Dan khilafah akan tegak kembali sesuai janji-Nya. Panji Laa ilaha illallah akan berkibar disetiap tempat dibumi Allah.
Allahu Akbar. Allahu Akbar. Allahu Akbar.!!!
Dalam panggung yang telah ada ini maka setiap orang memerankan peran yang ada. Beberapa peran yang ada yaitu dapat dikelompokkan menjadi 3 kelompok :
Yang pertama merupakan golongan status quo dimana orang – orang ini merupakan orang yang ingin tetap mempertahan sistem yang ada saat ini dan benar-benar menjadi penentang gerakan perubahan. Dimana mereka merupakan orang yang seakan – akan menjadi penjaga dari sistem jahiliyah dan kekufuran karena memang mereka sudah merasakan dan menikmati hidup di alam jahiliyah. Orang – orang ini mempunyai latar belakang yang berbeda-beda, ada yang berprofesi sebagai penguasa, pejabat, artis, pengusaha dan bahkan banyak pula yang dari ulama atau dai. Besok di akhirat kelak mereka akan menerima adzab yang pedih dari Allah karena telah menentang syariah yang telah dibuat Allah sedangkan saat hidup didunia mereka akan terus ditakuti oleh adanya perubahan yang sedang digalakkan oleh gerakan perubahan untuk menuju perubahan dan kebangkitan hakiki.
Golongan yang kedua merupakan golongan tengah – tengah yang tidak mau tahu, dan merasa cukup dengan hidupnya, mereka cuek dengan kondisi disekitarnya. Mereka ini adalah orang-orang yang hanya peduli dengan diri sendiri dan keluarganya. Yah intinya mereka adalah orang –orang yang tidak mau susah dan hanya mementingkan diri sendiri saja dan tidak mau tahu urusan umat, hanya menjadi penonton saja. Hidupnya sangat datar dan begitu-begitu saja. Tujuan hidupnya hanya mencari makan dan menumpuk kekayaan, orang – orang ini besok di akhirat akan berhadapan dengan pengadilan tertinggi. Bahwasanya manusia diciptakan bukan hanya untuk mencari kekayaan saja dan hidup enak namun manusia diciptakan dengan fungsi dan tugas yang harus diembannya.
Golongan ketiga adalah orang – orang yang mau melakukan perubahan. Mereka mencurahkan hidupnya untuk berjuang dan merubah kondisi umat dari jahiliyah dan penuh kedzaliman menuju umat yang mulia. Mereka adalah orang – orang yang gigih dan mempunyai cita-cita yang besar yakni untuk menegakkan syariah Allah jika saya kutip dari buku pak felix maka mereka ini adalah orang – orang yang dapat melihat jauh kedepan yang tak dapat dilihat oleh mata. They believe in something that cannot seen by eyes. Pada sebuah perubahan, pada janji Allah melalui bisyarah Rasul yakni akan tegaknya kembali khilafah rasyidah. Dan mereka inilah orang – orang yang beruntung.
Pertanyaannya mau jadi yang mana kita ??
Jumat, 16-12-2011
(Fitri el Firdausy)

Kita menghendaki kebangkitan yang tidak terbatas pada ibadah dan perbuatan mandub saja. Akan tetapi, kita menghendaki kebangkitan atas hukum-hukum Islam keseluruhan baik dalam pemerintahan, politik, ekonomi, sosial, hubungan luar negeri, tsaqafah dan pendidikan, politik dalam negeri dan luar negeri dan dalam seluruh urusan umat, baik secara individu, kelompok maupun negara.
BalasHapusyup, benar sekali.
Hapuspenerapan islam secara kaffah lah solusi dari segala masalah saat ini. hanya dengan khilafah lah maka syariah dapat terterapkan secara kaffah.
Hari ini kaum Muslimin berada dalam situasi di mana aturan-aturan kafir sedang diterapkan. Maka realitas tanah-tanah Muslim saat ini adalah sebagaimana Rasulullah Saw. di Makkah sebelum Negara Islam didirikan di Madinah. Oleh karena itu, dalam rangka bekerja untuk pendirian Negara Islam, kelompok ini perlu mengikuti contoh yang terbangun di dalam Sirah. Dalam memeriksa periode Mekkah, hingga pendirian Negara Islam di Madinah, kita melihat bahwa RasulAllah Saw. melalui beberapa tahap spesifik dan jelas dan mengerjakan beberapa aksi spesifik dalam tahap-tahap itu
BalasHapus