IkHSANU AMAL
“Yang penting kan hatinya baik mbak.. jadi orang baik. Gak perlu pakai kerudung gpp yang penting baik bermanfaat bagi orang-orang”.
“tuh putrinya Qurais Shihab yang jadi presenter juga gak pake kerudung gpp toh yang penting kan jadi orang baik. Itu sudah cukup.”
Seperti itulah kira-kira lontaran kalimat dari seorang adek beberapa bulan yang lalu. Dan nee yakin pikiran yang seperti itu ada di sebagian besar pikiran orang-orang apalagi penduduk kerajaan pesbuk ini…hehe
Dapat memberikan manfaat dan dapat menolong orang lain adalah sesuatu hal yang mulia, tak ada yang menafikkan hal itu. Namun benarkah hanya dengan berbuat baik maka itu sudah cukup?
hmm,,ternyata tidak,..kalo cuman mengandalkan berbuat baik mah seluruh orang pasti pernah berbuuat baik. Bahkan ya orang-orang nasrani itu bisa jadi kita yang muslim kalah dengan kebaikan-kebaikannya, sebagai seorang muslim, ternyata bukan hanya bermanfaat namun juga ada aspek yang lain. Karena nih pembaca yang budiman, ternyata eh ternyata, islam itu tidak hanya menjadikan manfaat sebagai asas dari akidahnya, namun asas dari akidah islam adalah Ridho Allah. Percuma toh kalo kita wis keluar uang banyak-banyak buat nyumbang sana, nyumbang sini, ,eh ternyata gak dapat ridho n berkah dari yang Punya Alam. Rugi banget gak sih..
Karena segala sesuatu itu walaupun bermanfaat kalo tidak di ridhoi Allah, maka tertolaklah amalnya,,.nah lhooo…eman-eman tooh..
Nah sekarang pertanyaannya patokannya apa kok kita bisa tau perbuatan itu diridhoi or nggak??
“liyabluwakum aiyukum ahsanu amala…agar Dia menguji siapa perbuatannya yang paling sempurna.”
naah sekarang sudah jelas,..jadi orang yang bisa masuk surga itu orang yang perbuatannya sempurna.
“liyabluwakum aiyukum ahsanu amala…agar Dia menguji siapa perbuatannya yang paling sempurna.”
naah sekarang sudah jelas,..jadi orang yang bisa masuk surga itu orang yang perbuatannya sempurna.
Lalu siapa yang perbuatannya sempurna?
Yakni dialah orang yang ihsan.
Orang ikhsan itu adalah orang yang dengan perbuatanya dilandasi niat yang ikhlas karena Allah dan aktivitas serta perbuatannya itu benar(sesuai tuntunan syariat).
Kalo kata imam ad-dzahabi Orang yang ikhlass itu kalo dicaci maki malah bersykur karena ada yang mengkritiknya. Jika ada yang memfitnah akan didatangi orang itu dan dimaafkan. Orang ikhlas tidak pernah menepuk dada, bahkan ketika sukses pun biasa saja.
orang ikhlas itu seperti buang angin.. malu jika perbuatanya diketahui orang lain. Orang yang ikhlas itu selalu menutupi amalannya.
orang ikhlas itu seperti buang angin.. malu jika perbuatanya diketahui orang lain. Orang yang ikhlas itu selalu menutupi amalannya.
Nah udah jelas berarti yha, ketika melakukan sesuatu agar bisa dikatakan sebagai amal shalih maka harus ada 2 syarat diatas, dan bila sudah memenuhi syarat tadi maka baru bisa amalan tersebut dikatakan perbuatan yang mendatangkan pahala.
Ada sebuah cerita sebagai contoh sederhana yang mungkin akan lebih memperjelas lagi pembahasan ini.
Ada seorang laki-laki yang rajin dan selalu semangat dalam beribadah , khusyu’ serta tawadhu’. Pada suatu pagi beliau ini bangun pagi-pagi untuk sholat shubuh namun sholatnya tak seperti lazimnya sholat shubuh, beliau dengan semangat melaksanakan sholat shubuh 4 rokaat karena berpikir “mmh..sudah tidur ber jam-jam, masak sholatnya cuman dua rokaat”
Pertanyaannya apakah sholat shubuhnya diterima? Iya benar, sholatnya tertolak atau batal padahal jelas sekali sholatnya ikhlas karena Allah dan benar-benar khusyu’ dalam pelaksanaannya.
Seperti itulah gambarannya, percuma kan sudah ikhlas dan susah payah ternyata perbuatan tersebut tidak benar (tidak sesuai syariat). Udah capek n usaha sekuat tenaga, tertolak pula. Gak ada nilainya disisi Allah. Mau rugi apa untung hayo??
Biar amalan kita tidak hanya mendatangkan manfaat namun juga pahala maka segeralah, ayo bersegeralah cari ustadz n ustadzah terdekat untuk belajar syariah Islam agar semua perbuatan kita sesuai tuntunan Allah dan RasulNya. Biar gak percuma apa kita lakukan.
Eh ni yang nulis juga belum tentu orang bener lho yha. Mari kita sama-sama belajar. Juga saling mengingatkan jika ada yang lalai. Tentunya aktivitas amar ma’ruf nahi munkar nya juga harus sejalan dengan selalu belajar dan belajar, jangan berhenti untuk belajar dan jangan belajar lalu aktivitas amar ma’ruf nahi munkarnya terhenti.
Okey..okey..sudah paham semua???
Begitulah kira-kira…
====******=======================================================
Hhmmm,…adek yang beberapa bulan yang lalu itu yang selalu ngeyel bin mbandeel akhirnya Allah membuka hatinya, karena memang disamping itu ia juga rajin mencari dengan membaca dan juga bertanya,, Alhamdulillah yang dulu auratnya terbuka sana-sini sekarang sudah tertutup rapat, khimar n jilbab yang menjadi pakaian wajib keluar rumah itupun tak lupa selalu dipakainya. Jangan berhenti sampai disitu yha sayang,, teruslah belajar dan jangan lupa ya’muruuna bil ma’rufi wa yan hauna anil munkar..
Istiqomah nggih sayang…
1-1-2012
markonee
Tidak ada komentar:
Posting Komentar