Selasa, 10 April 2012

Dalam temaram shubuh

Rintik-rintik sajak berjatuhan dari atap relung hati yang terdalam
Membelenggu, menyatu dalam kalbu
Suara adzan terdengar menggumam
Mengesakan Allah Tuhan semesta alam
Duhai rindu
Membelit, merasuk dalam temaram
Sayup-sayup suara itu semakin menghilang bersahut dengan suara ayam

Delapan puluh delapan tahun sudah waktu yang terlewat
Semenjak peristiwa besar yang telah terjadi
Kini, kami terseok tersekat
Oleh dinding –dinding nasionalisme koloni
Terpisah terombang ambing, terpuruk dan terjerat
 Oleh tipu daya mereka..

Hanya dengan janjiNya
Kami bisa bersatu
Cukuplah dengan janjiNya
juga kabar gembira dari sang Baginda Nabi saw
bahwa khilafah Rasyidah pasti akan tegak
menyatukan kami dalam ikatan akidah
dengan melaksanakan syariat secara kafah
dalam naungan khilafah

Rindu ini. Bukan rindu biasa
Dari gadis kecil disudut asa 



05.56 wib
Malang, 11-04-2012
dikamar kost sambil melamun manyun..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar