Senin, 16 April 2012

Kehidupan tak sebatas pusaran waktu


 Tidak terasa semester delapan sudah dipenghujung waktu. Entah apa yang sudah kudapatkan selama empat tahun kuliah di jurusan fisika ini. Yang jelas serasa waktu ku banyak yang terbuang sia-sia. Baru sekitar setahunan inilah aku merasakan ada feel yang berbeda. Merasakan nikmatnya kuliah dan beraktivitas. Mendapatkan saudara-saudara dengan ikatan yang sama, yakni ikatan akidah. menjalin ukhuwah serta bergerak bersama.
Jika dulu semester awal aktivitasku hanya kuliah lalu pulang. Sesekali main bersama teman-teman melancong ke suatu tempat ke gunung , pantai atau ke seberang di penghujung malang selatan, yakni di pulau sempu.. Atau jika akhir pekan menghabiskan waktu jalan-jalan ke mall karena kebosanan yang melanda dengan rutinitas yang hanya itu itu saja.. Aktivitas pun berlalu begitu saja tanpa arti apa-apa. Paling maen sama temen-temen kuliah.
Benar, awal perkuliahan memang tak ada yang istimewa. Tuntutan dari orang tua hanyalah kuliah cepat lulus dapet nilai bagus trus kerja. Itu juga orientasiku saat itu. Begitu pula dengan teman-temanku yang lain. Datang kuliah pun hanya sekedarnya, karna memang tak ada bagian apapun yang kusuka dengan kuliahku. Sama sekali tak bisa menikmati pelajaran-pelajaran yang kuterima. Aku gak suka fisika, aku terpaksa berada disini, dan aku tak punya pilihan untuk berada dimana, jadilah aku seperti boneka.
Tahun selanjutnya aku mulai mengenal dunia organisasi. Saat itu rasanya ku wakafkan diriku untuk benar-benar terjun di organisasiku saat itu. Hidupku mulai berwarna dengan kehadiran teman-teman baru juga ilmu-ilmu baru yang tak ku dapat didalam kelas. Sungguh pengalaman yang luarbiasa. Aku mencintai mereka, aku mencintai duniaku saat itu.
Seluruh waktuku banyak  kuhabiskan disitu, bahkan mengerjakan tugas kuliah pun disitu. Teman-teman baru lintas jurusan membuat pikiranku terbuka, banyak informasi yang tak kudapat dikelas, aku senang punya banyak teman. Aku senang bergelut dengan duniaku saat itu. Aku menikmati kuliah sembari berorganisasi. Namun orientasiku tetap sama seperti diawal. Tak ada yang berubah.
Sekarang hal itu sudah berubah total. Bukan hal itu saja yang menjadi tujuan namun lebih dari itu, lebih banyak juga lebih dahsyat  yang merupakan tujuan jangka panjang melebihi dimensi waktu yang ada.

Ketika kita mau menganalisis. Kehidupan itu membentuk sebuah siklus.
“Dia berada dalam kandungan lalu lahir tumbuh dan berkembang hingga dewasa, dari sekolah sd hingga perguruan tinggi. Jelas targetnya dapat nilai bagus pekerjaan yang mapan lalu menikah punya anak dengan kehidupan yang juga mapan serta berkecukupan atau kaya setelah itu jmendidik anaknya hingga dewasa. Tak terasa usia pun sudah dipenghujung. Hingga ajal menjemput. Begitu seterusnya.”
Sungguh payah jika hidup hanya seperti itu. Membosankan sekali bukan. Apakah Tuhan repot-repot menciptakan dunia dan isinya juga manusia hanya untuk tujuan yang diatas. Menciptakan manusia hanya agar dia lahir tumbuh, berkembang lalu menjadi dewasa, berkembang biak hingga tua lalu meninggal. Hm..gak masuk akal, apalagi mana mungkin Tuhan menciptakan kita hanya untuk main dan bersenang-senang saja. Pasti ada tujuannya.
Kalau katanya eyang einsten, Tuhan tidak sedang bermain dadu ketika menciptakan dunia dan isinya, dengan pemikirannya yang mendalam menelaah dari realita yang ada bahwa alam semesta beserta isinya yang sungguh luar biasa ini tak mungkin ada dengan sendirinya karnalah alam semesta yang sangat kompleks ini pasti ada penciptanya. Kalau anda orang muslim maka jelas tujuan penciptaan manusia adalah untuk beribadah kepadaNya. Tidak ada tujuan yang lain, hanya beribadah kepada Allah SWT, Tuhan pencipta alam semesta beserta segala isi yang ada didalamnya. Bisa di cek di alquran surat QS. Ad Dzariyyat ayat 56.
Jika anda seorang muslim dan memang mengaku menjadi seorang  muslim maka secara otomatis segala yang kita lakukan akan terikat dengan hukum syara’ atau syariat. Itu sudah jelas, namun pertanyaannya sekarang adalah apakah yang sudah kita lakukan sekarang sudah sesuai dengan hukum syara’ atau belum??
Sudahkah sesuai dengan kemauan dan keinginan dari yang menciptakan dan menghidupkan kita didunia ini? sudahkah sesuai dengan misi yang telah diembankan di pundak masing-masing dari kita? Yang oleh husain matla dikemas secara apik dalam sebuah bukunya yang berjudul misi di sebuah planet.
Beribadah kepadaNya, segala yang kita lakukan mulai dari bangun tidur hingga tidur lagi adalah semata untuk beribadah karenaNya. Juga sesuai aturanNya bukan memakai aturan yang lain apalagi aturannya manusia yang penuh dengan kelemahan serta jauh dari kesempurnaan. Jika mau bikin aturan sendiri, mending keluar aja deh dari buminya Allah. Ngapain disini? Kalau ibaratnya kita berada didalam kelas, maka kita wajib mematuhi peraturan dari dosen kita, kalau nggak mau? Ya hengkang ajah..

Hidup adalah sebuah perjuangan, namun kita harus tahu apa  yang hendak kita perjuangkan jangan sampai yang kita perjuangkan mati-matian namun tak ada nilainya sama sekali disisi Allah. Sungguh kita tak mau jadi orang yang merugi bukan?


Hingga jelaslah, apapun cita-cita kita, apapun yang ingin kita raih didunia. Kesuksesan apapun itu. Muaranya hanya satu, untuk beribadah kepada Allah swt. Tuhan sang Pencipta langit and bumi. Tuhan seru sekalian alam. Hingga setiap langkah yang kita renda tak ada selangkah pun yang sia-sia, setiap tetes keringat yang kita keluarkan tak akan ada setetes pun yang terbuang percuma. Yang harapannya untuk mengantarkan kita ke Jannah yang telah dijanjikanNya, SUKSES Dunia Akhirat? Why not?? J

16 April 2012
21.00 wib
Reni f.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar