Kawan maukah engkau aku tunjukkan seorang yang terlahir sebagai seorang majusi, namun dengan akalnya serta kehausannya mencari kebenaran akhirnya menjadikannya seorang yang mulia di dunia dan akhirat yang rela meninggalkan keluarganya, kemewahan dan segala bentuk kesenangan dunia hanya untuk mencari kebenaran yang haqiqi untuk mencapai kemuliaan di dunia dan di akhirat.
Dia adalah seorang pemuda yang tinggi juga gagah, yang memiliki orang tua kaya raya. Hidupnya serba kecukupan dan dilimpahi kemewahan. Bapaknya merupakan seorang pejabat yang disegani dan dihormati banyak orang. Sedangkan dia adalah makhluk Allah yang paling dicintai oleh bapaknya. Dialah SALMAN AL FARISI. Keluarganya merupakan penganut agama majusi yang taat yakni penyembah api. Dia mengabdikan diri pada agama tersebut hingga diberi tanggungjawab untuk menjaga nyala api agar tidak padam.
Bapaknya mempunyai sebidang tanah yang setiap hari bekerja menggarap kebunnya tersebut. namun pada suatu hari bapaknya mempunyai urusan yang tidak dapat ditinggalkannya sehingga bapaknya menyerahkan tanggungjawab mengurusi kebun tersebut pada putera kesayangannya Salman. Pergilah pada pagi hari salman ke kebun tersebut namun dalam perjalanan dia melewati sebuah gereja dan didengarnya orang-orang yang sedang beribadah. Karena penasaran iapun masuk dan melihat apa yang mereka lakukan. Dia terus saja melihat dan mengamati orang-orang yang sedang beribadah. Ada rasa takjub ketika melihat apa yang ada dihadapannya juga ketenangan dan kedamaian menyelimuti hatinya. Dalam hati ia berkata.” Sungguh ini adalah lebih baik daripada yang aku anut selama ini”. Tak terasa waktupun beranjak menjadi sore hari, itu artinya waktunya ia untuk kembali ke rumahnya.
Keesokan harinya iapun kembali berangkat menuju kebun namun sama seperti kejadian sebelumnya dia kembali melewati gereja dan tanpa pikir panjang melakukan hal yang sama seperti hari sebelumnya yakni asyik melihat dan mengamati orang –orang yang sedang beribadah, karena ia tertarik dengan agama tersebut maka iapun menanyakan darimana asal usul agama tersebut pada orang-orang Nasrani. Agama tersebut berasal dari Syria. Ujar mereka. Begitulah yang terjadi, bahkan ia tak sejengkal pun menginjak kebun yang seharusnya menjadi tempat ia pergi menuju dari rumah serta tanggungjawab dari ayahnya. Karena sangat tertariknya ia pada agama tersebut.
Kejadian ini akhirnya terendus oleh bapaknya. Dipanggillah ia dan ditanyai perihal tugas yang diberikan. Dan mengalirlah cerita beberapa hari yang ia lalui, tentang bagaimana ia melewati gereja dan melihat upacara yang sangat mengagumkan serta dipaparkan pula bagaimana agama tersebut lebih baik dari agama mereka. Diskusi pun terjadi diantara bapak dan anak tersebut namun berakhir dengan dirantainya kaki salman serta dipenjarakannya ia.
Namun gejolak hati yang sudah sedemikian menggebu membuat tekadnya bulat untuk pindah ke agama Nasrani, walaupun dengan keadaan dirantai dan dipenjara. Karena itulah kebenaran yang saat itu diyakininya, Salman yang saat itu masih dirantai tak kehilangan akal, iapun mengirim kabar pada orang-orang Nasrani bahwa ia telah menganut agama mereka, dan meminta untuk mengajaknya pada rombongan dari syiria saat akan kembali ke daerahnya. Akhirnya diputuslah rantai pengikat kakinya dan iapun melarikan diri menuju Syria bersama rombongan.
Sampainya disana iapun mencari tau siapa orang yang ahli dalam agama tersebut. karena ia hendak belajar padanya.
Ternyata orang tersebut adalah pendeta gereja. Maka datanglah ia menghadapnya. Dan diceritakan maksut kedatangannya, akhirnya tinggallah ia bersama pendeta gereja tersebut dan menjadi pelayannya.
Namun ia kecewa dengan kelakuan dari sang pendeta, karena ternyata pendeta tersebut memiliki tabiat yang tidak bagus yakni suka mengumpulkan sedekah dari orang –orang dengan alasan akan dibagi-bagikannya namun ternyata harta yang dikumpulkan dari sedekah orang-orang tersebut disimpan untuk dirinya sendiri. Kemudian pendeta tersebut meninggal dunia, dan digantikanlah posisi pendeta tersebut oleh orang lain. Dan pendeta baru ini memiliki agama yang baik, bahkan sepengetahuannya tak ada orang yang lebih baik agamanya selain pendeta baru ini, dan hal ini membuat hatinya terpikat dan mencintainya. Waktupun berlalu dan ia masih tetap setia melayani dan menemani pendeta tersebut. semakin hari semakin bertambah pula kecintaannya.
Hingga tibalah saatnya sang pendeta mendekati ajalnya. Sedihlah hati Salman mengetahui hal tersebut lalu mendekatlah ia pada pendeta tersebut dan berkata tentangkegundahannya. Jika memang ajal pendeta tersebut telah dekat maka kepada siapa lagi ia harus berguru dan mengabdi. Lalu pendeta tersebut berkata bahwa jika beliau meninggal Salman disuruhnya untuk pergi ke Mosul menemui sahabatnya. Karena sepengetahuan pendeta tersebut tak ada orang yang mempunyai pemahaman dan kualitas agama yang sama kecuali sahabatnya itu. ia adalah pemimpin Mosul.
selepas sang pendeta meninggal maka pergilah ia menuju Mosul dan menemui sahabat dari pendeta yang telah meninggal tersebut. setelah sampai ditempat tujuan dan bertemu dengan orang yang ia cari segera ia katakan maksut hatinya dan ia ceritakan pesan dari sang pendeta yang telah meninggal. Hingga tinggal Salman bersama dengan orang tersebut, ia adalah orang yang shalih dan baik agamanya. Salman tinggal bersamanya selama waktu yang dikehendaki oleh Allah.
Lalu saat ajal juga telah dekat pada pemimpin mosul yang shalih ini maka bertanyalah Salman pada siapa lagi orang yang bisa ia turuti. Lalu ditunjukilah ada seorang shalih yang tinggal di Nasirin, ia adalah sahabatnya yang juga memiliki agama yang baik sama sepertinya. Setelah pemimpin mosul ini meninggal maka berangkat ia menuju Nasirin dan mencari orang shalih tersebut. lalu diceritakannya tentang keinginannya, hingga tinggallah ia bersama laki-laki shalih tersebut selama beberapa waktu.
Ketika ajal juga telah dekat pada orang shalih tersebut maka bertanyalah ia seperti kejadian lalu. Lalu ditunjukinya ada seorang yang juga memiliki agama yang sama sepertinya. Ia adalah pemimpin di ‘Amuria lalu setelah meninggal pergilah Salman menghadap orang tersebut. dan diceritakan perihalnya. Tinggallah ia bersama orang tersebut. Saat bersama orang ini Salman juga bertugas untuk menggembalakan sapi dan kambing hingga ia juga memiliki kambing dan sapi yang juga lumayan banyak.
Saat telah dekat ajal dari orang shalih pemimpin ‘Amuria ini maka bertanyalah Salman padanya seperti pada saat-saat yang lalu. Pada siapa ia dapat dipercayakannya. Lalu orang shalih itupun berkata,” Anakku! Tak seorangpun yang kukenal serupa dengan kita keadaannya dan dapat kupercayakan engkau padanya. Tetapi sekarang telah dekat datangnya masa kebangkitan seorang Nabi yang mengikuti agama Ibrahim secara murni. Ia nanti akan hijrah ke suatu tempat yang ditumbuhi kurma dan terletak diantara dua bidang tanah berbatu-batu hitam. Seandainya kamu dapat pergi kesana, temuilah dia.! Ia mempunyai tanda-tanda yang jelas dan gamblang: ia tidak mau makan shadaqah sebaliknya ia menerima hadiah dan dipundaknya ada cap kenabian yang bila engkau melihatnya, segeralah kau mengenalinya.” (bersambung).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar