Beberapa akhir ini
media kita dibanjiri dengan berita Rafi Ahmad dan Nagita Slavina. Sungguh megah
sekali perhelatan pesta mereka. Pesta pernikahan ini tidak hanya digelar di
satu kota saja, selain di Jakarta juga dilaksanakan di Bali. Para tamu undangan
yang hadir maupun pemirsa di tv pun ikut bersorak bahagia dan mendoakan kedua
pasangan ini. Ada pula yang berangan-angan ingin menikah ala Rafi-Gigi dengan
segala kemewahan dan kemegahannya.
Pernikahan semacam ini
seolah menjadi gengsi tersendiri bagi penyelenggaranya. Gedung/hotel mewah
tempat terselenggaranya pesta, tamu undangan yang banyak, makanan lezat
berlimpah, dekorasi yang menawan dan tidak lupa memakai gaun desainer ternama
dan make up dari salon terbaik pun menjadi impian setiap calon mempelai.
Ironisnya banyak yang sampai memaksakan diri untuk bisa membuat pesta mewah.
Padahal sebenarnya yang dikejar hanyalah gengsi semata.
Disini bukannya saya
ingin nyinyir dengan realitas yang ada, hanya saja semua ini seperti meninggalkan
nilai-nilai pernikahan sesungguhnya. Jangan sampai pernikahan ala zaman
sekarang menjadi pernikahan from hero to zero, setelah menyelenggarakan pesta
pernikahan yang mewah lantas meninggalkan utang yang banyak, terlebih baru
beberapa tahun sudah bercerai seperti artis-artis itu. Ataupun menikah hingga
memiliki anak namun kurang memerdulikan mereka hingga menjadi anak broken home.
Menurut pandangan saya
sendiri lebih baik lagi jika pernikahan dilakukan dengan asas from zero to
hero. Ingat, ini hanya pendapat pribadi, ada kemungkinan benar dan ada
kemungkinan salahnya. Maksudnya disini adalah pernikahan yang dilangsungkan
secara sederhana namun memiliki pandangan dan impian tentang membangun keluarga
hingga jauh ke depan. Semua dimulai dari bawah, pernikahan yang sederhana namun
bersama-sama membangun keluarga super. Membangun keluarga yang penuh kedamaian,
mendidik anak hingga menjadi anak-anak yang luar biasa. Dari yang tidak
memiliki apa-apa menjadi punya baik secara materi, moril, ataupun spiritual.
Akhirnya yang bisa saya
katakan adalah seperti apapun pernikahan kita nanti, jangan sampai meninggalkan
esensi atau nilai pernikahan itu sendiri. Jika memilih pernikahan from hero,
semoga bisa menjadi from hero to hero bukan sebaliknya, from hero to zero.
Kalau saya pribadi
lebih memilih untuk menikah dengan cara yang sederhana saja, from zero to hero,
aamiin. ;)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar