Sejak pagi Avi sibuk bermain di ruang tengah sendirian.
Ibunya di dapur menyiapkan makanan untuk selametan
si kecil Avi yang hari ini sedang merayakan weton atau hari lahir jawa. Gadis imut itu memang masih kecil,
umurnya baru 3 tahun. Tapi ceriwisnya minta ampun. Akhirnya si ibu menyuruhnya
bermain di ruang tengah dengan setumpuk mainan dan televisi yang menyala. Ketimbang
harus meladeni si kecil yang tidak ada habisnya berceloteh. Sesekali ibu
melirik ke ruang tengah untuk memastikan Avi baik-baik saja.
Di ruang tengah Avi bermain boneka dan nonton
televisi. Pintu depan terkunci agar ia tidak bisa keluar rumah sembarangan. Walaupun
terlihat sendiri, namun Avi menikmati permainannya dalam kesendirian. Ia asyik
bermain bahkan beberapa kali berbicara dengan boneka di tangannya. Tidak hanya
itu, Avi juga seakan memilki teman tak terlihat. Ia berbicara sendiri seperti
ada teman lain yang menemaninya bermain.
“Kamu bawa boneka ini ya, hati-hati kalau nggendong.”
“Oke, aku jadi ibu kamu jadi bapak ya.”
“Assalamualaykuuum.”
“Avi mau ke pasar, bapak jaga rumah ya.”
Si ibu yang sedang memasak di dapur mengerutkan wajah
mendengar celoteh anaknya. Bukan sekali dua kali saja ia melihat pemandangan
serupa, tapi sering. Toh walau begitu ibu tetap membiarkan anaknya bermain yang
penting tidak bermain di luar dan masih bisa diawasi.
Mungkin bukan ibunya Avi saja yang pernah melihat
anaknya bertingkah seperti itu. Hampir setiap anak pasti memiliki teman bermain
khayalan. Jangan takut jika anak Anda mengalami gejala serupa. Bukan berarti
anak memiliki gangguan jiwa atau apa karena bicara sendiri. Namun itu adalah
hal alamiah yang dialami anak-anak saat mereka sendiri atau kesepian.
Menurut Elizzabet Hurlock dalam bukunya berjudul
psikologi perkembangan, anak akan membuat teman pengganti saat mereka tidak
memiliki teman. Bisa berupa hewan seperti kucing, kelinci atau anjing. Bahkan
boneka kesayangannya akan menjadi teman setianya. Ada pula yang menciptakan
teman bermain khayalan sendiri. Biasanya kondisi seperti ini terjadi pada
anak-anak yang kesepian, bisa karena kedua orangtua sibuk bekerja atau kondisi
lingkungan yang sepi dan tidak ada anak kecil di lingkungan tersebut.
Jadi, jangan khawatir jika anak Anda bicara sendiri
atau menganggap bonekanya sebagai teman bermain. J
Tidak ada komentar:
Posting Komentar