Minggu, 26 Oktober 2014

Teman Bermain Khayalan

Sejak pagi Avi sibuk bermain di ruang tengah sendirian. Ibunya di dapur menyiapkan makanan untuk selametan si kecil Avi yang hari ini sedang merayakan weton atau hari lahir jawa. Gadis imut itu memang masih kecil, umurnya baru 3 tahun. Tapi ceriwisnya minta ampun. Akhirnya si ibu menyuruhnya bermain di ruang tengah dengan setumpuk mainan dan televisi yang menyala. Ketimbang harus meladeni si kecil yang tidak ada habisnya berceloteh. Sesekali ibu melirik ke ruang tengah untuk memastikan Avi baik-baik saja.


Di ruang tengah Avi bermain boneka dan nonton televisi. Pintu depan terkunci agar ia tidak bisa keluar rumah sembarangan. Walaupun terlihat sendiri, namun Avi menikmati permainannya dalam kesendirian. Ia asyik bermain bahkan beberapa kali berbicara dengan boneka di tangannya. Tidak hanya itu, Avi juga seakan memilki teman tak terlihat. Ia berbicara sendiri seperti ada teman lain yang menemaninya bermain.

“Kamu bawa boneka ini ya, hati-hati kalau nggendong.”
“Oke, aku jadi ibu kamu jadi bapak ya.”
“Assalamualaykuuum.”
“Avi mau ke pasar, bapak jaga rumah ya.”

Si ibu yang sedang memasak di dapur mengerutkan wajah mendengar celoteh anaknya. Bukan sekali dua kali saja ia melihat pemandangan serupa, tapi sering. Toh walau begitu ibu tetap membiarkan anaknya bermain yang penting tidak bermain di luar dan masih bisa diawasi.

Mungkin bukan ibunya Avi saja yang pernah melihat anaknya bertingkah seperti itu. Hampir setiap anak pasti memiliki teman bermain khayalan. Jangan takut jika anak Anda mengalami gejala serupa. Bukan berarti anak memiliki gangguan jiwa atau apa karena bicara sendiri. Namun itu adalah hal alamiah yang dialami anak-anak saat mereka sendiri atau kesepian.

Menurut Elizzabet Hurlock dalam bukunya berjudul psikologi perkembangan, anak akan membuat teman pengganti saat mereka tidak memiliki teman. Bisa berupa hewan seperti kucing, kelinci atau anjing. Bahkan boneka kesayangannya akan menjadi teman setianya. Ada pula yang menciptakan teman bermain khayalan sendiri. Biasanya kondisi seperti ini terjadi pada anak-anak yang kesepian, bisa karena kedua orangtua sibuk bekerja atau kondisi lingkungan yang sepi dan tidak ada anak kecil di lingkungan tersebut.


Jadi, jangan khawatir jika anak Anda bicara sendiri atau menganggap bonekanya sebagai teman bermain. J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar