Selasa, 01 November 2011

Mengenal Bendera Islam




Apa yang anda pikirkan ketika melihat gambar diatas ? Ini adalah bendera salah satu organisasi yang ada dunia saat ini? Dulu, saya kira ini adalah bendera salah satu organisasi . namun pikiran saya itu SALAH.!!!! Karena bendera itu bukanlah bendera salah satu negara didunia saat ini maupun salah satu organisasi. Bendera diatas adalah bendera kita kaum muslimin diseluruh dunia. Baik itu yang ada di indonesia, brunei, china, arab atau dimana saja. Ar-Roya dan Al-Liwa adalah bendera ISLAM. Namun masih banyak diantara kita yang tidak menyadarinya.
di zaman Khilafah dulu, anak-anak kaum Muslimin dibesarkan tanpa perlu diajar bahwa bendera umat Islam adalah bendera Rasulullah, karena itulah apa yang mereka lihat. Namun di zaman ini, anak-anak dibesarkan dengan diajar dan dipaksa menerima bahwa bendera kita adalah bendera yang telah ditentukan oleh penjajah, si kafir British. Jadi, tidak heranlah jika kita atau anak-anak kita tidak mengenali bagaimanakah bendera Rasulullah Sallallahu alaihi wa Sallam.
Itulah di antara kejayaan si kafir penjajah. Mereka berjaya membuat umat Islam lalai dan terus lupa akan wujudnya bendera Islam yang sebenarnya. Negara Islam mempunyai bendera (al-liwa') dan juga panji (ar-rayah). Inilah apa yang telah ditunjukkan oleh Rasulullah Sallallahu alaihi wa Sallam semasa tegaknya Daulah Islamiyyah pertama di Madinah al-Munawwarah. Secara bahasanya, bendera dan panji di dalam bahasa Arab disebut 'alam. Mengikut Kamus al-Muheet, dari akar kata rawiya, ar-rayah adalah al-'alam, yang jama'nya (plural) disebut sebagai rayaat. Juga disebutkan dari akar kata lawiya bahawa al-liwa' adalah al-'alam, yang jama'nya (plural) disebut sebagai alwiyah. Secara syar'i, syara' telah menjelaskan bahawa perkataan-perkataan di atas mempunyai maksud dan cirri-ciri yang tertentu yaitu:-

(1) Bendera (Liwa�) adalah berwarna putih dan tertera di atasnya kalimah �La ilaha illallah, Muhammad Rasulullah� dengan warna hitam. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas yang mengatakan, �Bahwa bendera Nabi Sallallahu �alaihi wa Sallam berwarna hitam, sedangkan panji beliau warnanya putih.� Riwayat Ibnu Abbas yang lain menurut Abi Syeikh dengan lafadz, �Bahwa pada bendera Nabi Sallallahu �alaihi wa Sallam. tertulis kalimat �La ilaha illallah, Muhammad Rasulullah�. Semasa perang (jihad), bendera ini akan dipegang oleh amir (panglima/ketua) perang. Ia akan dibawa dan menjadi tanda serta diletakkan di lokasi amir tadi. Dalil yang menunjukkan perkara ini adalah perbuatan (af �al) Nabi Sallallahu �alaihi wa Sallam sendiri, di mana baginda (sebagai amir), semasa pembukaan kota Makkah telah membawa dan mengibarkan bendera putih bersamanya.

Diriwayatkan dari Jabir, �Bahawa Nabi Sallallahu �alaihi wa Sallam memasuki Makkah dengan membawa bendera (liwa�) berwarna putih.� [HR Ibnu Majah]. An-Nasa'i juga meriwayatkan Hadis melalui Anas bahawa semasa Rasulullah Sallallahu �alaihi wa Sallam mengangkat Usama ibn Zaid sebagai amir (panglima) pasukan ke Rom, baginda menyerahkan bendera (liwa�) kepada Usama ibn Zaid dengan mengikatnya sendiri.

2) Panji (Rayah) adalah berwarna hitam, yang tertulis di atasnya kalimah La ilaha illallah, Muhammad Rasulullah� dengan warna putih. Hadis riwayat Ibnu Abbas di atas menjelaskan hal ini kepada kita. Semasa jihad, ia dibawa oleh ketua setiap unit (samada Division, Batalion, Detachment ataupun lain-lain unit). Dalilnya adalah Rasulullah Sallallahu �alaihi wa Sallam, semasa menjadi panglima perang di Khaibar, bersabda, Aku benar-benar akan memberikan panji (rayah) ini kepada orang yang mencintai Allah dan Rasul-Nya, serta dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya, lalu Rasulullah memberikan panji itu kepada Ali.� [HR Bukhari].
Saidina Ali karramallahu wajhah pada masa itu boleh dikatakan bertindak sebagai ketua division ataupun regimen. Diriwayatkan dari Harits Bin Hassan Al Bakri yang mengatakan, �Kami datang ke Madinah, saat itu dan Rasulullah Sallallahu �alaihi wa Sallam sedang berada di atas mimbar, sementara itu Bilal berdiri dekat dengan beliau dengan pedang di tangannya. Dan di hadapan Rasulullah terdapat banyak rayah (panji) hitam. Lalu aku bertanya: �Ini panji-panjii apa?� Mereka pun menjawab: �(panji-panji) Amru Bin Ash, yang baru tiba dari peperangan.�

Dari hadist-hadist diatas semoga bisa bisa memberikan pemahaman kepada kita semua yang asalnya belum tau menjadi tau, semoga bermanfaat bagi kita semua. insyaAllah suatu saat kita semua kaum muslim akan bersatu dibawah naungan panji-panji Allah.


Ya Allah telah kusampaikan, saksikanlah...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar