Sabtu, 28 April 2012

Bangkitlah wanitaku


Wanita bak perhiasan
Kilaunya memukau seluruh alam.
Mentaripun malu-malu mengintip dibalik awan
Kulit yang indah mempesona bak pualam
Pantaslah Tuhan menyuruh untuk menutup indahnya tubuhmu
Bukan mengekang,
Namun menghindari  tatapan liar lelaki jalang
***
Ketika wanita tak lagi memikirkan buah hati
Ketika wanita tak lagi sudi memberi asi
Buah hati ditinggal pergi berlari mencari sesuap nasi
Buah hati sendiri bersama eyang putri
Atau baby sister pengganti popok bayi
Bermantelkan emansipasi di era demokrasi
***
Sudah bernarkah emansipasi yang selama ini digemborkan?
Ataukah hanya slogan klise perusak generasi?
Ada yang bilang jika wanita disuatu bangsa itu buruk maka buruklah bangsa tersebut
Ketika wanita masa kini disibukkan dengan pekerjaan
Saat  dirumah tinggallah serpihan-serpihan energi kelelahan yang bersisa
Tak ada jeda untuk memberi makna
Materi dikejar tak kenal lelah tak kenal waktu
Hanya untuk kemapanan dan kemuliaan dunia semata
Jadilah sang anak generasi yang frustasi
Tak kenal moral tak kenal budi pekerti
***
Peranmu sungguh luarbiasa
Mendidik juga mengatur keluarga
Tak ada larangan mencari materi
Namun bukan berarti tugas rumah terbengkelai
Tugas utama tetaplah mendidik anak dan mengatur keluarga
Menyiapkan generasi cemerlang
Penentu kegemilangan negara
 Pewaris surgawi
***
Pena ini tak mampu lukiskan indahmu
Bangkitlah wanitaku , wanita indonesia, seluruh wanita didunia
Batas-batas teritorial ini seakan memisahkan kita dengan wanita di belahan dunia sana
Saatnya kita bangkit dan bersatu
Karena peranmu penting dan strategis
layaknya indonesia sebagai negeri agraris
Engkaulah tonggak peradaban
penentu kemajuan atau kemunduran
suatu bangsa


07.40 WIB
Malang, 24-04-2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar