Kilaunya memukau seluruh alam.
Mentaripun malu-malu mengintip dibalik awan
Kulit yang indah mempesona bak pualam
Pantaslah Tuhan menyuruh untuk menutup indahnya tubuhmu
Bukan mengekang,
Namun menghindari tatapan
liar lelaki jalang
***
Ketika wanita tak lagi memikirkan buah hati
Ketika wanita tak lagi sudi memberi asi
Buah hati ditinggal pergi berlari mencari sesuap nasi
Buah hati sendiri bersama eyang putri
Atau baby sister pengganti popok bayi
Bermantelkan emansipasi di era demokrasi
***
Sudah bernarkah emansipasi yang selama ini digemborkan?
Ataukah hanya slogan klise perusak generasi?
Ada yang bilang jika wanita disuatu bangsa itu buruk maka buruklah
bangsa tersebut
Ketika wanita masa kini disibukkan dengan pekerjaan
Saat dirumah tinggallah
serpihan-serpihan energi kelelahan yang bersisa
Tak ada jeda untuk memberi makna
Materi dikejar tak kenal lelah tak kenal waktu
Hanya untuk kemapanan dan kemuliaan dunia semata
Jadilah sang anak generasi yang frustasi
Tak kenal moral tak kenal budi pekerti
***
Peranmu sungguh luarbiasa
Mendidik juga mengatur keluarga
Tak ada larangan mencari materi
Namun bukan berarti tugas rumah terbengkelai
Tugas utama tetaplah mendidik anak dan mengatur keluarga
Menyiapkan generasi cemerlang
Penentu kegemilangan negara
Pewaris surgawi
***
Pena ini tak
mampu lukiskan indahmu
Bangkitlah
wanitaku , wanita indonesia, seluruh wanita didunia
Batas-batas
teritorial ini seakan memisahkan kita dengan wanita di belahan dunia sana
Saatnya kita
bangkit dan bersatu
Karena peranmu
penting dan strategis
layaknya
indonesia sebagai negeri agraris
Engkaulah
tonggak peradaban
penentu
kemajuan atau kemunduran
suatu bangsa
07.40 WIB
Malang, 24-04-2012
07.40 WIB
Malang, 24-04-2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar