Sabtu, 28 April 2012

Dari Kegelapan Menuju Cahaya


Celoteh ringan menghangat dalam balutan warna warni menyala
Semua bersolek berdandan rayakan
Kebaya dan batik berpadu padan tak lupa sanggul bertengger di sudut kepala
Riuh sontak sorai suaranya
Gemuruh semangat membahana ke seantero negeri
Siapkan untuk hari ini,..hari kartini
***
Beberapa hari telah berlalu
Namun semerbak wanginya masih tercium
Semangat yang menyala biru
Dengan dandanan menor bak pemain ludruk
Tetap menjadi perbincangan hangat yang tak pernah surut
***
Ibuku. Ibu kita kartini
Benarkah yang engkau perjuangkan genderisme salah kaprah seperti saat ini
Yang bangkitkan semangat jiwa-jiwa liar
Tinggalkan kodratnya sebagai wanita mulia
Mengobarkan gender dan feminisme yang saat ini menjadi tak karuan?
Benarkah ibu? Katakan padaku.
Ku mengenalmu lewat tulisan-tulisanmu
Maka aku tak percayai hal itu
Selami lagi dalamnya makna yang tersirat
Dalam buku kumpulan surat-surat Ibunda Kartini
Telah kutemukan bahwa buku kumpulan surat tersebut

Bukan berjudul habis gelap terbitlah terang

Namun Minadzulumati Ilan nur

Dari kegelapan menuju cahaya

 

 20.55 WIB

Malang, 24-04-2012



Tidak ada komentar:

Posting Komentar