Jilbab cantik ini pemberian
sahabatku. Aku sayang sama dia. Pernah suatu ketika jilbab ini dilirik adikku.
Yang biasanya apapun keinginannya, meskipun barang yang aku suka pasti saya
berikan dengan senang hati. Tapi lain dengan jilbab ini. Jilbab ini istimewa.
Pemberian dari orang yang juga istimewa. Biarpun adikku menyukainya, biarpun
adikku menginginkannya. Tak kuberikan padanya, kuberi jilbab lain yang ia suka,
terserah mau milih yang mana. Akupun juga jarang memakainya. Bukan karna tak suka.
Namun agar dia awet, diuwet-uwet(istilahnya jawanya).
***
Suatu malam tiba-tiba temenku
sms katanya sudah ada dibawah. Ada apa, kok tumben batinku. Karena kamarku
berada di lantai 3, dan untuk naik ke lantai 2 harus melewati pagar berkunci
kode, yang hanya diketahui oleh penduduk kost. Maka akupun turun kebawah
menemui temenku tersebut.
“Ada apa sot?kok tumben?”
tanyaku padanya dibalik pintu menuju lantai 2.
“gak usah dibuka. Ini buat kamu. Udah aku pulang dulu ya.” Katanya sembari memberikan bungkusan plastik hitam lewat pintu tersebut yang belum sempat aku buka.
“gak usah dibuka. Ini buat kamu. Udah aku pulang dulu ya.” Katanya sembari memberikan bungkusan plastik hitam lewat pintu tersebut yang belum sempat aku buka.
“heh…mau kemana sini mampir
dulu.”teriakku padanya yang sudah ngeluyur pergi.
Dasar aneh, batinku. Mesti
begitu, tiba-tiba muncul lalu pergi.
Aku pun naik melewati tangga
sembari membuka bungkusan plastik warna hitam tersebut. kuintip ada apa didalam
plastik tersebut. ternyata ada kotak yang telah terbungkus kertas kado. Masya
Allah, hari ini ultahku. Hm..so sweet banget sih ni anak.
Sampai dikamar kubuka
bungkusan tersebut dan ternyata berisi jilbab cantik warna pink. Cantik sekali
batinku. Hm..pasti ini beli di matos, tadi katanya sms habis dari matos. Jilbab
berwarna pink ungu entahlah warna apa ini. Tapi warnanya memang manis banget.
Gue banget neh.. tau aja kalau aku suka warna-warna seperti ini.
Tidak habis pikir, anak ini
mesti gini. So sweet. Tapi kalau lagi jengkelin, nyebelin banget. Dia memberi
apa yang kusuka dan apa yang kupakai namun kenapa dia sendiri malah tidak mau
memakainya. Hingga sekarang aku masih saja berpikir. Tidak habis pikir.
Andai dia juga memakai jilbab
pink ini pasti cantik nan anggun. Namun dia lebih memilih dunianya. Terserah
dia memang, aku tak punya hak untuk memaksanya. Hanya kewajibanku untuk
mengingatkan. Kapanpun kau mau kesinilah
kawan. Aku disini masih tetap menunggumu.
03.31 WIB dini hari
Malang, di kamar kost saat
adik kostku tertidur pulas.
24 april 2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar