BERANGKAT…..
Seingat
saya, beberapa waktu yang lalu saya mencatat beberapa mimpi atau keinginan
dalam hidup saya kedalam sebuah buku catatan. Salah satu mimpi yang saya tulis
adalah mendaki ke gunung bromo. Beberapa
tahun yang lalu saya juga sempat menuliskan bromo sebagai salah satu mimpi
saya. Namun seiring beberapa waktu lamanya akhirnya tulisan mimpi-mimpi di
secarik kertas tersebut tidak saya hiraukan. Bahkan sepertinya saya buang ke
tempat sampah. Entah bagaimana nasib mimpi-mimpi tersebut, juga mimpi untuk ke
Bromo itu. Terlupakan seiring waktu berjalan.
Tak
diduga satu minggu yang lalu Puspa mengajak saya ke Bromo. Tawaran menarik ini
tentu saja sulit untuk saya tolak. Kebetulan banget, baru beberapa waktu yang
lalu saya menuliskan Bromo sebagai salah satu tempat yang ingin saya kunjungi.
Kesempatan emas nih, mumpung ada barengannya. Kapan lagi saya dapat mewujudkan
mimpi saya untuk ke bromo kalau bukan sekarang. Iya gak?
Mobil
yang dipesan untuk dipakai ada dua. Total 14 anak yang ikut berangkat. Jadi
tiap mobil di isi oleh 7 anak. Teman-teman satu kelas tidak semuanya ikut,
hanya sebagian saja. Mungkin karena hari libur panjang banyak yang memilih
untuk pulang kampung bertemu ibu dan keluarganya. Menghabiskan liburan di
rumah.
Kamis
malam tanggal 28 Maret 2013 kami berangkat. Rencananya jam 9 atau paling lambat
setengah 10 sudah berangkat. Tapi ternyata tidak sperti rencana awal. Pukul
10.00 saya baru dijemput di gang oleh Adiyat dan Niko sebagai sopir. Tik tok
tik tok, saya menunggu sekitar 5 menitan akhirnya mobil jemputan datang. Agak
sungkan juga sama bapak-bapak yang sedang
jaga di depan gang. Anak cewek sudah malem bukane di kostan malah keluyuran mau pergi.
Saya
celingukan saat tau kalau di dalam mobil anak-anak yang lain belum masuk di
dalam mobil. Saya kira saat dijemput itu sudah siap berangkat ke bromo. Ee
ladalah ternyata enggak. Malah saya yang dijemput pertama baru setelah itu ke
jalan bendungan sutami buat jemput Edlyn, dkk. Sebelum menjemput anak-anak yang
lain. Mampir dulu sebentar ke UKM. Ternyata Niko itu temennya Iin jurusan
Akuntasi seangkatan sama anak-anak en aktif di KSR. Saat itu mau ngambil barang
sebentar di KSR.
Saat
sudah sampai di jalan bendungan sutami, anak-anak cewek yang lain sudah pada
ngumpul dengan bawaannya masing-masing. Mobil Xenia putih yang masih kinyis kinyis alias baru, yang tadi saya
tumpangi ternyata mau ditukar dengan mobil Avanza hitam. Mobil satunya sudah
datang dengan Afif sebagai sopirnya dan Puspa sebagai pendamping sopir yang
duduk di depan. Kami semua nunggu di depan ruko yang ada di jalan bendungan
sutami. Sambil duduk-duduk klesotan dan ngobrol sana sini. Tapi yang
ditunggu-tunggu gak dateng-dateng. Akhirnya sambil nunggu, Afif dan kru (Pupsa,
Ika, Lucky, Iin, Andra dan adek kostnya Ika) pergi sebentar ke POM Bensin ITN
buat nganter Afif setor (heehe,,piss fif). Weleh-weleh satu mobil berisi
cewek-cewek cuman buat nganter cowok satu-satunya yang ada di dalam mobil buat
setor di pom.xixiixi
Sambil
menunggu mobil yang nanti akan kami pakai di depan ruko kami ngobrol. Karena
rombongan satunya dengan Afif sebagai sopirnya pergi ke pom. Tinggal satu
rombongan Niko sebagai sopir, Adiyat sebagai navigator juga ada aku, wahyu,
edlyn, reni dan rulia sebagai penumpang. Wahyu iseng-iseng pengen nyoba mobil
Xenia putih tadi yang saya tumpangi. Ternyata dia bisa juga nyetir. Mumpung didepan ruko-ruko itu parkirannya
lumayan luas dan bisa buat latihan walapun mungkin cuma bisa maju mundur. Saat
jalan maju lumayan, eh bareng saat mau atret alias mundur dan mau belok kok
jadi kayak undur-undur. Maju nggak, mundur enggak. Cuman gerak dikit-dikit.
Grek grek grek. Akhirnya Niko yang turun tangan.
Pukul
11.00 lewat dan mobil yang ditunggu
belum datang juga membuat kami sedikit gerah. Lama amir euy. Misalkan
roti mungkin kite udah jamuran kali yha. Beberapa kali Adiyat mencoba
menghubungi ternyata masih di jalan. Akhirnya sepakat untuk pakai mobil Xenia
baru yang tadi aja. Gak papalah kalo bayarnya nambah daripada nunggu sampai jamuran
gak datang-datang (tarifnya beda boo mobil baru sama mobil lama). Ternyata
setelah dihubungi mobil Xenia putih sudah ada yang booking. Terpaksalah kita
semua menunggu dan menunggu.
Teman-teman
yang katanya mau berangkat pakai motor ternyata nyusul kita-kita ke bendungan
sutami. Davis sama ceweknya trus satu motor lagi ada cowok sama cewek (cuman
saya gak kenal. Yang saya kenal cuman Davis doang). Saya kira yang mau naik
motor banyak ternyata enggak. Okelah, jadinya kita semua nunggu mobil Avanza hitam yang katanya masih di
jalan ntu smail ngobrol-ngobrol. Walaupun saya lebih banyak diamnya. Ngantuk
beud soalnya, udah malam euy sampai jam 11 lebih.
Sempat
ada kejadian lucu saat itu. Saya yang lagi termenung dan manggut-manggut karena
ngantuk. Terkaget oleh sorakan anak-anak. Hore Fajar ikut. Fajar,,Fajar..
teriak anak-anak heboh, gak kalah sama suara cheerleaders yang lagi
teriak-teriak di pinggir lapangan basket. Saya pun akhirnya berdiri dari
singgasana tempat saya duduk bersemedi. Karena anak-anak semua pada berdiri
sambil menghadap kearah jalan. Terlihat di seberang jalan Fajar boncengan naik motor sama cewek.
Dikiranya anak-anak, si Fajar yang juga teman sekelas mereka ini mau ikut.
Ternyata Fajar malah berhenti di depan laundry (kayaknya sih kost-kostan juga).
Lalu cewek yang dibonceng turun lalu segera masuk ke dalam.
Anak-anak
yang melihat malah bersorak kecewa. Karena dikiranya Fajar jadi ikut ke Bromo.
Ternyata enggak, ternyata Fajar malah nganterin cewek itu pulang ke kostnya.
Sudah kepalang tanggung tertangkap basah oleh anak-anak. Akhirnya Fajar
langsung menyeberang jalan dan menghampiri kami. wah, Fajar jadi bulanan
anak-anak. Hihihi….lucu banget ekspresinya. Antara malu en gak enak sama
anak-anak. Secara sebelumnya dia bilang ke anak-anak gak bisa ikut karena
banyak tugas, mau menyelesaikan tugas-tugas. Kepikiran tugas terus katanya. Eh
gak taunya malah kepergok anak-anak pulang larut malam boncengan sama cewek.
Agak
aneh juga pertama liatnya, si Fajar bocengan sama cewek. Lha anaknya pendiem
banget. Tipe anak pinter tur kutu buku. Dia baru pulang dari UKM karena aktif
di KSR, yah kalau saya sedikit maklumlah kalau lagi ada kegiatan emang bisa
pulang sampai larut malam dari UKM (jadi inget dulu waktu masih aktif jadi anak
ukm). Tapi dasar anak-anak, gak bakalan puas kalau nggak ngebully. Fajarnya di godain habis-habisan
sama teman-temannya satu kelas itu sampai mukanya merah merona.hahaha,,,jadi
ikutan ketawa saya liatnya. Fajar yang sabar ya, teman-temanmu emang jahil.
POCARI ATAU SAFARI????
Pukul 24.00 kurang
akhirnya kami berangkat juga. Beberapa menit sebelum mobil datang, Davis dan
rombongan yang pakai motor berangkat duluan. Padahal jika mau menunggu sebentar
saja mobil yang ditunggu segera datang dan kami bisa berangkat sama-sama.
Akhirnya Davis dan rombongan yang memakai motor berangkat duluan. Lalu ntar
janjian ketemu di suatu tempat, soalnya Davis gak tahu (lupa) jalannya ke
Bromo.
Dalam perjalanan saya
hanya tidur, tidur dan tidur. Daripada mual dan kepala pening mending dibuat
tidur, iya tho? Untungnya Niko sudah biasa nyetir mobil, jadinya percaya aja
deh sama dia. Trusted you Niko. Sambil jalan, kita tetep kontakan sama
rombongan Davis dan rombongan mobil yang disopiri Afif. Waw waw mobil yang
dikemudikan oleh Afif berlari kenceng dan sedikit ugal. Jan suipp tenan.
Adiyat yang sejak awal
memegang hp untuk selalu kontakan sama teman-teman rombongan lain. Memberi
aba-aba pada Niko untuk berhenti di pom bensin kanan jalan di depan. Karena
katanya Davis sudah menunggu disana. Wuuus.,,,wuuuss,, pom satu, pom dua, pom
tiga dan seterusnya telah kami lewati. Dari yang kiri jalan juga kanan jalan,
yang kanan jalan malah pomnya tutup en sepi banget. Gak ada tanda-tana davis
dkk ada disana.
Jalanan sepi dan gelap
banget kayak kuburan, iyalah secara khan itu lagi tengah malam. Serem deh
pokoknya. Gak bayangin deh kalau Davis dan kawan-kawan yang juga ada ceweknya
tengah malem gini melintasi jalan sesepi itu. Huuufh serem,,serr,,serrr.. Melintasi
jalan yang penerangannya hanya sesekali saja di pinggir jalan. Tidak ada rumah,
hanya ada tanah kosong dengan rerimbunan tanaman dan tak lupa ada kuburannya
juga. Wah lengkap deh seremnya.
Kami mengira kalau
Davis sudah ada didepan. Lalu saat kontakan lagi dari penuturannya di seberang
sana sepertinya Davis ada di belakang kami. Intinya mobil kami terlanjur lewat.
Akhirnya kami jalan pelan-pelan banget tapi gak berani berhenti di jalanan
sesepi itu. Setelah mobil kami melewati Pabrik Pocari, Adiyat sang juru bicara
segera menginfokan bahwa kami sudah melewati Pocari. Trus kata Adiyat rombongan
Davis juga udah melewati Pocari. Jadinya mobil kami jalannya makin melambat
sambil nunggu Davis.
Kok gak muncul-muncul
ya mereka. Kami harap harap cemas di dalam mobil. Takut terjadi apa-apa sama
rombongan Davis. Lalu Adiyat telpon lagi, walah ternyata Davis tadi itu sudah
melewati Safari bukan Pocari. Aah ternyata Adiyat salah dengar. Padahal letak
Safari itu ada di…(dimana yah, yha intinya letaknya jauh banget dari tempat
kami, beda jalur soalnya). Berarti daritadi itu MISSKOM alias MISSKONSEPSI.
Weleh-weleh. Gubrak deh.
Tak berapa lama kami
bertemu sama rombongan Afif yang sudah menunggu kami di pom bensin. Bingung
juga musti gimana, harus nunggu Davis atau gimana. Akhirnya kami putuskan untuk
segera melanjutkan perjalanan saja. Karena memang sudah diburu waktu. Tadi
berangkatnya sudah telat takutnya nyampe sana udah shubuh.
Maaf
ya Davis bukannya kita mau ninggalin rombongan kamu, tapi kita serba salah. Mau
nunggu gak tau bakal nunggu sampai kapan, soalnya kamunya ada dimana juga kami
tak tahu. Akhirnya kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan saja. Kami
benar-benar cemas, semoga kita bisa bertemu disana dan kalian baik-baik saja. Aamiin.
*special
maaf buat Davis
Bersambung…..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar