Minggu, 31 Maret 2013

Ndut

Aku merasakan sesuatu yang berbeda. Semua bajuku terasa semakin sesak. Pipiku makin tembem kayak jajanan pasar bernama apem. Padahal dulu tak segemuk ini. Sekarang aku jadi mudah lelah, letih dan capek. Tak selincah dulu lagi. Aku sekarang jadi jarang jalan kaki kecuali untuk berangkat kekampus. Itupun sering merasa cepat capek dan ngos-ngosan.


Lemak disana sini terlihat makin menggumpal. Kenapa bisa seperti ini. baru berapa lama kok jadi melembung gini. Jadi teringat iklan anak-anak “dulu bajuku tak begini, namun kini tak cukup lagi.” Huhuhu.


Dulu, badanku keceng kerempeng bahkan bisa dibilang kurus banget. Tapi sekarang sudah berubah drastisss pake tripel s. Mungkin jika bertemu dengan teman lama pasti dijamin akan berkomentar bahwa aku jadi gemuk, tak seperti dulu lagi yang kurus tinggi. Semua orang yang mengenalku pada komen tentang ini. membuatku gerah dan kadang hanya bisa berkata. “Iya ya, emang bener omongan mereka.”


Sebenarnya normal saja jika aku jadi gemuk begini. Pola makanku tak teratur. Nafsu makanku besar, apa saja aku makan. Sepertinya gak ada makanan yang gak aku suka. Semua makanan aku suka. Istilah jawanya “gak tampik lawuh”. Aku pun juga suka tidur, sore sekitar  jam 8 atau jam 9 aku sudah tidur.  Kebanyakan tidur mungkin yha.


Gak banyak kegiatan juga mungkin menjadi  salah satu penyebabnya. Kalau dulu kegiatan dari pagi sampai sore bahkan hingga malam full. Bahkan sabtu minggu yang harusnya menjadi hari libur dan bersantai-santai kadang masih ada kegiatan. Tidak seperti sekarang yang gak banyak kegiatan.


Pipi nyimluk-nyimpluk, badan nyempluk kalau jalan jadi mbem mbem mbem. Itulah aku sekarang. Aku dulu kurang begitu suka dengan orang yang gemuk, bukan gak suka sama orangnya tapi kadang kepikiran “kok bisa sih gemuk gitu? kan bisa ngurangi makan atau olahraga secara teratur ?dll” karena dulu aku memang suka banget sama olahraga baik lari pagi, bulutangkis maupun renang. Juga suka jaga makan walaupun tetep dari dulu suka maem.


Sejak setahun dua tahun belakangan aku gak pernah lagi olahraga. Bahkan sejak masa-masa skripsi badanku mulai mengembung. Aku suka begadang tapi tak lupa cemilan ada di samping tempat dudukku, menemaniku berlayar di malam-malam panjang. Makanku pun jadi lebih banyak dari biasanya. Sejak itu aku mulai menggembung, lama-lama sampai sekarang jadi seperti  ini.


Kalau kata orang terdekatku, “bagaimana gak gemuk, makan, tidur pikiran ayem”. Aku hanya tersenyum mendengarnya. Gak ada yang salah dengan perkataannya. Mungkin pula memang benar seperti itu.


Ibukku, mbakku, bulekku, teman-temanku semuanya komentar. Huhuhu…sepertinya aku kena karma. Rasakan sekarang, rasakan. Emang enak jadi gemuk? Gak kan? Gak gampang juga kan nurunin berat badan? T,T


Ah aku jadi teringat dengan sebuah status dari seorang teman di facebook.


Pernahkah merasa heran dengan orang yang begitu bahagia saat turun berat badannya ? bahkan yang lebih mengherankan lagi, ternyata ada banyak sekali orang di dunia ini yang lebih menyukai berat badannya turun ketimbang berhasil meraih tujuan-tujuan lain. Ckckck.. orientasi hidup apa pula yang orang-orang ini miliki. Tidakkah mereka tahu bahwa yang Allah pedulikan nanti bukan berapa berat badan manusia saat didunia. Melainkan berapa berat amal kebaikan yang sudah dikumpulkan ? ok. Yang kurus/gemuk ingin pula ideal, tapi perhatian ilmu islam dan amal sebesar perhatian pada persoalan berat badan (penampilan) lagipula kemuliaan seseorang bukan terletak pada persolaan berat badan (penampilan). Tapi ketaqwaannya, kan? Think bright!


Setuju sekali sama apa yang ditulis seorang kawan di jejaring sosial diatas. Tapi tak ada salahnya kan kalau senang jika berat badan jadi turun. Secara nuruninnya sulit bangett. Dalam Islam memang tidak ada perhatian dalam persoalan berat badan atau penampilan, yang ada adalah perhatian soal ilmu dan amal juga ketaqwaan yang menjadikannya mulia di sisi Allah.


Tapi jika karena berat badan membuat gerak menjadi tidak lagi lincah, cepat lelah dan capek. Belum lagi dengan berbagai resiko penyakit yang mengintai. Saya rasa setiap dari kita perlu juga untuk memerhatikan hal ini. Tentu saja dengan tidak mengindahkan pentingnya untuk tetap menuntut ilmu, serta perhatian tentang hal-hal penting lainnya. Bukan melulu soal penampilan. Tapi juga kesehatan. Paling enggak dengan berat badan ideal akan membuat kita makin nyaman dan tetap sehat. Memudahkan kita untuk bergerak dalam mencapai segala tujuan-tujuan dalam hidup yang ingin kita capai.[]Nee

Tidak ada komentar:

Posting Komentar