Ramadan sudah berlalu beberapa hari. Ia pun sudah satu minggu
lebih terbaring di ruang ICU. Nikmatnya bulan suci ini tak bisa ia cercap
manisnya. Sungguh sayang, siapa yang menyangka ia akan tiba-tiba tergolek
begitu saja tak berdaya. Tak ada yang menduga. Selama ini ia sehat-sehat saja.
Tak menampakkan gejala sakit ataupun apa. Namun, malam itu tiba-tiba saja tubuh
kurusnya harus mengerang tak bergerak separuh badan. Kami semua seolah
tersentak. Kenapa bisa?
Bisa. Kenapa tidak? Allah mudah sekali membolak-balikkan keadaan
seseorang. Jika Allah mudah sekali membolak balikkan keadaan manusia yang
semula sehat-sehat saja tiba-tiba Dia mengambil nikmat sehatnya itu. Jika Allah
mudah sekali mengambil harta kekayaan seseorang menjadi miskin dan tanpa harta.
Jika Allah mudah sekali menjadikan seseorang yang semula ada diatas lalu
dihempaskannya kebawah. Kenapa masih saja ada manusia yang lupa akan nikmatnya?
Kenapa masih ada manusia yang bertindak semena-mena terhadap sesamanya? Kenapa
masih ada manusia yang sombong?
Seharusnya jika mau mengingat itu semua, tak akan ada manusia yang
ingkar akan nikamat-Nya. Tak akan ada manusia yang akan sombong didunia
ini. Apa coba yang mau disombongkan? Jika semua ini adalah titipan-nya.
Termasuk setiap hembusan nafas yang kita hirup setiap detiknya. Sungguh kita
ini adalah lemah dihadapan-Nya.
Menjadikan setiap kejadian sebagai bahan perenungan. Jika teringat
anak-anaknya yang masih teramat kecil alangkah sedih dan kasiannya. Semoga
keluarga diberi kesabaran. Semoga lelaki itu lekas bangun dan sembuh dari
sakitnya. Allahumma aamiin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar