Jumat, 12 Juli 2013

Seharusnya (FTS)

Ramadan sudah berlalu beberapa hari. Ia pun sudah satu minggu lebih terbaring di ruang ICU. Nikmatnya bulan suci ini tak bisa ia cercap manisnya. Sungguh sayang, siapa yang menyangka ia akan tiba-tiba tergolek begitu saja tak berdaya. Tak ada yang menduga. Selama ini ia sehat-sehat saja. Tak menampakkan gejala sakit ataupun apa. Namun, malam itu tiba-tiba saja tubuh kurusnya harus mengerang tak bergerak separuh badan. Kami semua seolah tersentak. Kenapa bisa? 

Bisa. Kenapa tidak? Allah mudah sekali membolak-balikkan keadaan seseorang. Jika Allah mudah sekali membolak balikkan keadaan manusia yang semula sehat-sehat saja tiba-tiba Dia mengambil nikmat sehatnya itu. Jika Allah mudah sekali mengambil harta kekayaan seseorang menjadi miskin dan tanpa harta. Jika Allah mudah sekali menjadikan seseorang yang semula ada diatas lalu dihempaskannya kebawah. Kenapa masih saja ada manusia yang lupa akan nikmatnya? Kenapa masih ada manusia yang bertindak semena-mena terhadap sesamanya? Kenapa masih ada manusia yang sombong?

Seharusnya jika mau mengingat itu semua, tak akan ada manusia yang ingkar akan nikamat-Nya. Tak akan ada manusia yang  akan sombong didunia ini. Apa coba yang mau disombongkan? Jika semua ini adalah titipan-nya. Termasuk setiap hembusan nafas yang kita hirup setiap detiknya. Sungguh kita ini adalah lemah dihadapan-Nya. 

Menjadikan setiap kejadian sebagai bahan perenungan. Jika teringat anak-anaknya yang masih teramat kecil alangkah sedih dan kasiannya. Semoga keluarga diberi kesabaran. Semoga lelaki itu lekas bangun dan sembuh dari sakitnya. Allahumma aamiin.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar