“Ada orang yang mungkin berpendapat kau bukan anak baik dalam hal-hal
tertentu, tapi watakmu yang sesungguhnya tidak buruk. Banyak watak baik dalam
dirimu dan aku tahu itu.”
Kata-kata
itu adalah sebuah cuplikan apa yang pernah dikatakan Mr Kobayashi kepada muridnya. Beliau adalah Kepala sekolah
dari sekolah Toto Chan. Walaupun Toto Chan selalu nakal dan berbuat kesalahan,
tidak pernah sekalipun keluar dari mulutnya kata-kata cemoohan, kemarahan
ataupun kata-kata kasar lainnya. Beliau selalu sabar dan berkata, “kamu
benar-benar anak baik, kau tahu itu kan?.” dengan penekanan pada kata
‘benar-benar’ setiap bertemu dengan Toto Chan.
Ternyata
dari hal seperti itu bisa berdampak sangat baik bagi psikologis anak. Mereka
akan mengiyakan apa yang dikatakan gurunya itu dan hal itu bisa melekat di
benaknya. Mereka akan bertekad untuk benar-benar jadi anak baik karena
kepercayaan gurunya itu. Hingga Toto Chan dewasa, ia senantiasa masih mengingat
kebiasaan baik gurunya itu yang tidak pernah marah. Bahkan masih menganggapnya
baik walaupun sebenarnya dia salah. Sehingga hal itu memunculkan harapan baru
di hati Toto Chan untuk menjadi seperti yang dikatakan gurunya. Aku harus bisa
jadi anak baik, tekadnya dalam hati.
Memang,
menjadi seorang guru tidak hanya dituntut untuk mengajarkan materi semata.
Namun juga harus bisa mendidik muridnya, dan itulah poin yang lebih sulit. Begitu
pula yang dilakukan oleh Mr Kobayashi dalam menghadapi murid-muridnya yang
nakal. Bukannya tersulut dengan kenakalan muridnya, ia malah menghadapinya
dengan rasa sayang. Jika sudah keterlaluan dan muridnya sudah mengakui
kesalahannya, barulah ia akan berkata, “Sekarang, minta maaf.” Hanya dengan
ucapan tersebut dan raut wajahnya dapat dilihat bahwa ia kecewa dan membuat
muridnya merenungi kesalahannya. Mr Kobayashi mengikat dan mendidik
murid-muridnya dengan rasa sayang.
Terakhir
kalinya, seperti yang dikatakan oleh Harefa bahwa tugas dan panggilan tertinggi
seorang anak manusia adalah menjadi manusia guru. Ia bertanggungjawab untuk
menciptakan suatu masyarakat pembelajar yang melahirkan pemimpin-pemimpin baru
bagi sebuah bangsa, bagi bangsa-bangsa manusia dan bagi umat manusia di masa
depan.
Semoga
kita semua tidak hanya menjadi guru namun menjadi manusia guru yang mampu
melahirkan pemimpin-pemimpin bagi umat manusia di masa yang akan datang.
Selamat hari guru untuk guru-guruku, para guru dan calon guru. Semoga
keberkahan selalu melimpahi kita semua. J
Bahan
bacaan :
*dari
novel based true story berjudul “Toto Chan”
*sebuah
buku berjudul Menjadi manusia pembelajar, Andrea Harefa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar