Senin, 25 November 2013

Menjadi Manusia Guru


“Ada orang yang mungkin  berpendapat kau bukan anak baik dalam hal-hal tertentu, tapi watakmu yang sesungguhnya tidak buruk. Banyak watak baik dalam dirimu dan aku tahu itu.”

Kata-kata itu adalah sebuah cuplikan apa yang pernah dikatakan Mr Kobayashi  kepada muridnya. Beliau adalah Kepala sekolah dari sekolah Toto Chan. Walaupun Toto Chan selalu nakal dan berbuat kesalahan, tidak pernah sekalipun keluar dari mulutnya kata-kata cemoohan, kemarahan ataupun kata-kata kasar lainnya. Beliau selalu sabar dan berkata, “kamu benar-benar anak baik, kau tahu itu kan?.” dengan penekanan pada kata ‘benar-benar’ setiap bertemu dengan Toto Chan.


Ternyata dari hal seperti itu bisa berdampak sangat baik bagi psikologis anak. Mereka akan mengiyakan apa yang dikatakan gurunya itu dan hal itu bisa melekat di benaknya. Mereka akan bertekad untuk benar-benar jadi anak baik karena kepercayaan gurunya itu. Hingga Toto Chan dewasa, ia senantiasa masih mengingat kebiasaan baik gurunya itu yang tidak pernah marah. Bahkan masih menganggapnya baik walaupun sebenarnya dia salah. Sehingga hal itu memunculkan harapan baru di hati Toto Chan untuk menjadi seperti yang dikatakan gurunya. Aku harus bisa jadi anak baik, tekadnya dalam hati.

Memang, menjadi seorang guru tidak hanya dituntut untuk mengajarkan materi semata. Namun juga harus bisa mendidik muridnya, dan itulah poin yang lebih sulit. Begitu pula yang dilakukan oleh Mr Kobayashi dalam menghadapi murid-muridnya yang nakal. Bukannya tersulut dengan kenakalan muridnya, ia malah menghadapinya dengan rasa sayang. Jika sudah keterlaluan dan muridnya sudah mengakui kesalahannya, barulah ia akan berkata, “Sekarang, minta maaf.” Hanya dengan ucapan tersebut dan raut wajahnya dapat dilihat bahwa ia kecewa dan membuat muridnya merenungi kesalahannya. Mr Kobayashi mengikat dan mendidik murid-muridnya dengan rasa sayang.
Terakhir kalinya, seperti yang dikatakan oleh Harefa bahwa tugas dan panggilan tertinggi seorang anak manusia adalah menjadi manusia guru. Ia bertanggungjawab untuk menciptakan suatu masyarakat pembelajar yang melahirkan pemimpin-pemimpin baru bagi sebuah bangsa, bagi bangsa-bangsa manusia dan bagi umat manusia di masa depan.
Semoga kita semua tidak hanya menjadi guru namun menjadi manusia guru yang mampu melahirkan pemimpin-pemimpin bagi umat manusia di masa yang akan datang.

Selamat hari guru untuk  guru-guruku, para guru dan calon guru. Semoga keberkahan selalu melimpahi kita semua. J

Bahan bacaan :
*dari novel based true story berjudul “Toto Chan”

*sebuah buku berjudul Menjadi manusia pembelajar, Andrea Harefa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar