Saat
kita berpisah dengan orang lain yang kita sayangi akan ada orang lain yang
menggantikannya. Begitulah hukum alam yang ada, setiap perpisahan adalah awal
bertemunya dengan sesuatu yang baru. Dan saat aku berpisah dengan sahabatku
dulu ternyata kini Allah mempertemukan aku dengan orang yang sama-sama baik
dari sahabatku dulu.
Ceritanya aku bertemu dengan seorang teman lama yang jadi teman baru. Teman lama karena ternyata dari dulu kami adalah satu angkatan satu jurusan walaupun beda offering sehingga nggak pernah satu kelas. Nah, kini aku sama dia satu kelas dan sama-sama terus. Bahkan tiap berangkat en pulang kuliah selalu antar jemput. Baik banget kan temanku ini?
Ceritanya aku bertemu dengan seorang teman lama yang jadi teman baru. Teman lama karena ternyata dari dulu kami adalah satu angkatan satu jurusan walaupun beda offering sehingga nggak pernah satu kelas. Nah, kini aku sama dia satu kelas dan sama-sama terus. Bahkan tiap berangkat en pulang kuliah selalu antar jemput. Baik banget kan temanku ini?
Kadang
kalau dia lagi ngomong malah bikin aku tambah badmood. Aku juga kesal sama
diriku sendiri kenapa aku bisa sejahat itu. Dengan caraku “cuek“ itu ternyata
nggak mempan buat dia merasa kalau aku loh secara implisit mau ngomong kalau
aku terganggu. Nah kalau sudah begini sebenarnya yang salah aku apa temanku?
Aku yang nggak bisa ngerti temenku atau temenku yang nggak bisa ngerti aku? (jadi
bingung).
Sebenarnya
memang akulah yang salah. Karena aku sudah tahu kalau dia memang gitu (baca
cerewet). Nah, sekarang pertanyaannya dia ngerti nggak kalau aku ini nggak
tahan kalau diocehi terus? Sepertinya nggak bukan? Harusnya aku yang bisa
ngertiin dia karena memang sifatnya seperti itu. Lagipula dia sudah sangat
sabar menghadapiku dengan wajah cuekku ini. Aku emang sengaja pasang tampang
cuek kalau dia lagi ngomong habis kalau ditanggepin bakalan nggak
selesai-selesai. Dia masih tetap saja baik sama aku, masih tetap sabar dan
nggak pernah pasang tampang wajah marah atau sebal padaku. Hiks jadi pengen
nangis. Maafkan aku ya teman udah jadi temen yang jahat. Maafkan aku yang belum
bisa ngimbangin kamu yang baik dan sabar. Harusnya aku bisa belajar darimu
kawan, kalau kamu bisa menghadapi teman menyebalkan macam aku ini dengan
kesabaran dan kebaikan, kenapa aku enggak bisa sedikit saja bersabar? L
*
Saat tulisan ini ditulis tiba-tiba ada sms darinya “Reni sayang, kamu dikost?”
Lalu
tidak berapa lama dia sudah muncul didepan kamarku dan membawakanku makanan. J
*terharuuu
*terharuuu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar