Ada yang pernah denger atau
minum kopi arabika ?
Secara nggak sengaja
saya berkesempatan untuk minum secangkir kopi Arabika. Waktu itu saya dan
beberapa teman pergi ke deket kampus buat wifian. Tempat baru yang lumayan enak,
baik itu dari segi tempat, menu-menu yang dihidangkan ataupun wifi-nya yang
cepet buat browsing. Begitu info yang saya dapet dari teman-teman yang udah
pernah kesana duluan, karena sebelumnya saya belum pernah ke tempat tersebut.
Nama tempat itu adalah
nyit ny*t, uniknya segala menu disana
diberi nama aneh. Ada swimming fruit yang ternyata es buah dengan potongan buah
kecil-kecil dengan air yang banyak sehingga kesannya kayak berenang-renang
ketepian, hehe ada-ada aja yha. Sayangnya saya nggak hafal apa aja menu lainnya.
Saat masuk, saya pun bergumam
dalam hati kok tempatnya kecil gini. Tapi emang unik juga sih tempatnya,
terutama dari dekorasi yang dibuat dengan banyak hiasan. Lokasinya pun
strategis karena ada di jalan Terusan Surabaya yang letaknya yang ada di depan
kampus UM. Tempat ini semacam kafe kecil karena emang keterbatasan tempat yang
menyediakan fasilitas wifi gratis bagi para pengunjung.
Nah, ditempat inilah
saya bertemu dengan yang namanya kopi arabika. Karena temen-temen udah pada
mesen minuman. Sayapun segera melihat daftar menu yang ada. Karena pengennya
minum yang hangat-hangat akhirnya saya pun memesan segelas kopi. Berharap mendapatkan
rasa kopi spesial saya pun memesan harga paling mahal diantara menu kopi yang
ada. Saya pun memesan kopi arabika, selain kopi tersebut ada juga kopi Java dan
ada satu lagi tapi lupa namanya. Untuk harga kopi yang saya pesan harganya
pitung ecu, lebih mahal dari menu kopi lainnya.
Tak berapa lama
kemudian datanglah pesanan kami. Tiga temenku yang memesan minuman dingin sudah
terhidang di meja. Namanya sih beda-beda dan aneh tapi mirip-mirip semacam es
krimlah menurutku. Nyicip dikit, emm enak juga. Beberapa waktu kemudian pesanan
saya pun datang. Wah spesial banget keliatannya, bisikku karena melihat diatas kopinya
terdapat butiran-butiran berwarna coklat gelap. Saya kira itu adalah butiran
coklat yang ditaburkan. Ternyata setelah dicoba minum itu adalah butiran kopi. Rasanya
pait banget dan penuh dengan ampas. Setiap menyendok pasti banyak banget
ampasnya, duh gimana ni minumnya. Dua sashet gula yang udah sepaket dengan kopi
itu pun langsung saya masukkan ke dalamnya biar nggak terasa terlalu pahit. Namun
ternyata masih aja pahit namun udah ada manisnya. Sebenarnya rasa kopi ini enak
sayangnya ampasnya itu yang bikin ganggu saat minum. Saya yang nggak tahu
gimana cara minumnya jadi cuman cicip dikit dan nggak saya minum lagi.
Karena penasaran. Saat itu
juga saya googling tentang kopi arabika. Dari hasil investigasi saya (biyuh
bahasane :P), kopi arabika ternyata adalah jenis kopi mahal dan spesial karena
tanaman kopi jenis ini lebih rentan terhadap hama jika dibandingkan dengan kopi
robusta. Rasanya pun tidak begitu pahit dan lebih ringan. Ia berasal dari
daerah arab yang sudah banyak dibudidayakan di banyak tempat. Kopi ini termasuk
kopi bernilai dan bercita rasa tinggi bagi para pecinta kopi.
Memang tidak semua
orang bisa menikmati kopi karena tergantung selera masing-masing. Rasanya yang
pahit dengan aroma khasnya itulah yang menjadi keistimewaan sebuah kopi. Kalau saya
lebih memilih kopi dengan rasa yang sudah nggak terlalu pahit dengan berbagai
campuran seperti gula, krimmer, susu atau coklat. Namun tetap dengan mengandung
khasiat yang bisa menyegarkan mata agar tetap terjaga.
Saya jadi teringat
dengan sebuah quote dari filosofi kopi “sesempurna
apapun kopi yang dibuat, kopi tetaplah kopi, punya sisi pahit yang tidak bisa
disembunyikan.”
Namun ingat juga
walaupun kopi memiliki rasa yang pahit tapi jika kita pintar meraciknya maka bisa menghasilkan kopi bercita
rasa tinggi. Nikmatilah hidup seperti kita menikmati kopi agar tak terasa
pahitnya saja. Pandai-pandai meracik hidup menjadi sebuah kehidupan yang
menyenangkan dengan sabar dan syukur.
InsyaAllah hidup akan terasa menjadi lebih berarti.[]DP

Tidak ada komentar:
Posting Komentar