Sabtu, 27 September 2014

Menuju Sukses Kata Buku Kubik Leadership

Hari ini saya ke perpus kota untuk pertama kalinya masuk di ruangan atas bagian buku-buku disimpan. Padahal dulu saya satu bulanan kerja disana tapi tak pernah sekalipun ke ruangan tersebut. Oke, ada dua buku yang saya ambil, sembari Tyas mengerjakan tugasnya. Buku pertama adalah Kubik Leadership karya Pak Jamil dkk dan satunya tentang psikologi. Akhirnya yang saya baca adalah bukunya Pak Jamil karena bukunya lebih mudah diserap otakku dengan bahasanya yang lebih mengalir dan tidak kaku.

Karena bukunya tebal, tidak semua saya baca. Hanya beberapa poin2 yang saya anggap penting. Diantaranya adalah :

1.      Untuk menuju Sukses ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan. Seperti To Be, To Have dan Valensi.

-          To be  adalah apa yang kamu inginkan, kamu bercita-cita ingin menjadi apa. Misalnya saja target yang ingin kamu capai adalah menjadi seorang dosen yang baik dan berilmu tinggi. Nah, dosen itulah yang disebut dengan To Be. Bagaimana bisa menjadi orang sukses jika To Be yang ditargetkan rendah. To Be identik dengan pencapaian yang berbanding lurus dengan valensi yang dimiliki.

-          To Have adalah segala sesuatu yang kita inginkan, biasanya identik dengan materi seperti uang, rumah, mobil dll. Kebanyakan orang memiliki To Have yang tinggi dan ini manusiawi, bukan begitu?

-          Valensi, ini adalah salah satu hal yang dimiliki setiap orang. Setiap orang memiliki valensi yang berbeda-beda. Untuk sukses kamu harus meningkatkan valensimu dengan banyak belajar, membaca, diskusi, terjun langsung pada pekerjaan yang kamu inginkan atau yang kamu anggap sulit, perbanyak wawasan dan pengalaman, berlatih sebanyak mungkin dan mencoba berbagai tantangan dan pekerjaan yang dirasa tidak mungkin. INGAT, jangan hanya mencoba-coba karena itu artinya kamu menyiapkan diri untuk gagal. Tapi lakukanlah sebaik yang kamu bisa.

*** Untuk sukses kamu harus memiliki semuanya ini, To Be, To Have dan Valensi. Ibaratnya mereka adalah sebuah semangat dalam meraih sesuatu. Namun memiliki To Be, To Have dan Valensi ini hanya untuk jangka pendek saja, karena to have yang terlalu tinggi biasanya akan menghalalkan segala cara sehingga mengabaikan yang lain. Istilahnya UUD, alias ujung-ujungnya duit sehingga peningkatan valensi bukan lagi hal yang menarik. Menjadi manager yang bisa membimbing anak buah, disegani dan mampu memajukan perusahaan bukan lagi hal yang diinginkan. Namun bagaimana caranya mendapatkan materi yang banyaklah yang akan tampil lebih menarik. Karena itu untuk kesuksesan jangka panjang alangkah lebih baiknya jika To Be dan Valensi yang dikedepankan. Karena insyaAllah To Have akan menyusul. 

Bayangkan saja, orang yang berilmu tinggi, valensinya pun sudah tinggi dan ia pun menjadi seseorang yang telah profesional dan expert dibidangnya dengan menjadi seorang trainer atau dosen misalnya, maka uang atau materi tentu akan menghampiri tanpa dicari. Maka lebih baiknya untuk tidak menjadikan To Have sebagai tujuan utama, bukan berarti tidak boleh memiliki To Have yang tinggi lho ya? Lebih baik jika sederhana saja.

2.      Jalan sukses yang kedua adalah dengan bekerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas.

-          Kerja keras : bersungguh-sungguh dalam mengerjakan sesuatu. Mengumpulkan segenap kemampuan untuk bekerja. Memanfaatkan waktu dan tenaga untuk memaksimalkan pekerjaan yang dilakukan.

-          Kerja cerdas : artinya kita tidak hanya sekedar bekerja, tapi menggunakan akal dan kecerdasan kita untuk mengerjakan sesuatu sehingga pekerjaan yang kita lakukan menjadi lebih efisien dan efektif. INGAT, orang cerdas belum tentu bisa kerja cerdas.

-          Kerja ikhlas : tingkatan kerja ikhlas ini adalah tingkatan paling tinggi. Namun yang jadi pertanyaan adalah kerja cerdas tentu lebih sulit dibandingkan dengan hanya mengandalkan ikhlas? Teryata kerja ikhlas itu bukan berarti pasrah nan pasif namun kerja ikhlas adalah bekerja dengan hati. Kita ikhlas mengerjakan pekerjaan dengan sebaik-baiknya walaupun tidak mendapatkan bayaran atau imbalan. Hal ini tentu sulit kan? Makanya tingkatannya paling tinggi.

Ketika kita sudah memiliki VALENSI yang tinggi dibidang yang kita inginkan, sudah mencapai To Be yang diharapkan selanjutnya adalah bersikap PROFESIONAL. Namun ternyata ini tidak cukup, jadilah EKSPERT. Jika profesional, kita mengerjakan pekerjaan yang dibayarkan seharga 100rb maka kita akan mengerjakannya seharga 100 rb tanpa mengurangi kualitas yang kita kerjakan sedikitpun. Tentu saja ini bagus. Karena kita bekerja seperti yang orang lain harapkan sesuai dengan imbalan yang kita dapat. Namun jika mampu bersikap EKSPERT tentu lebih bagus lagi,  jika kita diberi imbalan untuk mengerjakan pekerjaan senilai 100rb dan apabila sanggup mengerjakannya dengan kualitas 200rb maka itulah yang disebut ekspert. Uang bukan lagi segalanya, namun berikanlah yang terbaik untuk pekerjaan yang dilakukan.

Poin penting dari membaca buku ini menurut saya adalah POSITIF, berpikir positif, berkata positif dan bertindak positif. Lakukan pekerjaan apapun dengan sebaik-baiknya, manfaatkan waktu dan jangan sampai menganggur walaupun hanya sekedar bersih-bersih (INGAT, orang sukses dan yang tidak sukses dibedakan dari cara mereka memanfaatkan waktunya). Tebar energi positif dan kita akan mendapatkan balasan energi positif pula. Jangan patah semangat, segera bertindak dan jangan terbelenggu dengan rantai gajah dan kotak korek api. Jangan suka mengeluh (tentu saja, ini kan sikap negatif tho? hehe), selalu mengambil hikmah/pelajaran dari setiap kejadian. Kalau kerja jangan setengah-setengah, FOKUUUUS, Wes pokok’e Jadilah orang yang selalu POSITIF.[]Nee



Malang, 27-09-2014 04:07 PM


Tidak ada komentar:

Posting Komentar