Hari ini saya ke perpus
kota untuk pertama kalinya masuk di ruangan atas bagian buku-buku disimpan.
Padahal dulu saya satu bulanan kerja disana tapi tak pernah sekalipun ke
ruangan tersebut. Oke, ada dua buku yang saya ambil, sembari Tyas mengerjakan
tugasnya. Buku pertama adalah Kubik Leadership karya Pak Jamil dkk dan satunya
tentang psikologi. Akhirnya yang saya baca adalah bukunya Pak Jamil karena
bukunya lebih mudah diserap otakku dengan bahasanya yang lebih mengalir dan
tidak kaku.
Karena bukunya tebal,
tidak semua saya baca. Hanya beberapa poin2 yang saya anggap penting.
Diantaranya adalah :
1.
Untuk menuju Sukses ada beberapa hal
yang perlu ditingkatkan. Seperti To Be,
To Have dan Valensi.
-
To
be adalah apa yang kamu inginkan, kamu
bercita-cita ingin menjadi apa. Misalnya saja target yang ingin kamu capai
adalah menjadi seorang dosen yang baik dan berilmu tinggi. Nah, dosen itulah
yang disebut dengan To Be. Bagaimana
bisa menjadi orang sukses jika To Be
yang ditargetkan rendah. To Be identik
dengan pencapaian yang berbanding lurus dengan valensi yang dimiliki.
-
To
Have adalah segala sesuatu yang kita inginkan, biasanya
identik dengan materi seperti uang, rumah, mobil dll. Kebanyakan orang memiliki To Have yang tinggi dan ini manusiawi,
bukan begitu?
-
Valensi,
ini
adalah salah satu hal yang dimiliki setiap orang. Setiap orang memiliki valensi
yang berbeda-beda. Untuk sukses kamu harus meningkatkan valensimu dengan banyak
belajar, membaca, diskusi, terjun langsung pada pekerjaan yang kamu inginkan
atau yang kamu anggap sulit, perbanyak wawasan dan pengalaman, berlatih
sebanyak mungkin dan mencoba berbagai tantangan dan pekerjaan yang dirasa tidak
mungkin. INGAT, jangan hanya mencoba-coba karena itu artinya kamu menyiapkan
diri untuk gagal. Tapi lakukanlah sebaik yang kamu bisa.
***
Untuk sukses kamu harus memiliki semuanya ini, To Be, To Have dan Valensi. Ibaratnya
mereka adalah sebuah semangat dalam meraih sesuatu. Namun memiliki To Be, To Have dan Valensi ini hanya untuk
jangka pendek saja, karena to have yang
terlalu tinggi biasanya akan menghalalkan segala cara sehingga mengabaikan yang
lain. Istilahnya UUD, alias ujung-ujungnya duit sehingga peningkatan valensi
bukan lagi hal yang menarik. Menjadi manager yang bisa membimbing anak buah,
disegani dan mampu memajukan perusahaan bukan lagi hal yang diinginkan. Namun
bagaimana caranya mendapatkan materi yang banyaklah yang akan tampil lebih
menarik. Karena itu untuk kesuksesan jangka panjang alangkah lebih baiknya jika
To Be dan Valensi yang dikedepankan.
Karena insyaAllah To Have akan menyusul.
Bayangkan saja, orang yang berilmu
tinggi, valensinya pun sudah tinggi dan ia pun menjadi seseorang yang telah
profesional dan expert dibidangnya dengan menjadi seorang trainer atau dosen
misalnya, maka uang atau materi tentu akan menghampiri tanpa dicari. Maka lebih
baiknya untuk tidak menjadikan To Have sebagai
tujuan utama, bukan berarti tidak boleh memiliki To Have yang tinggi lho ya? Lebih baik jika sederhana saja.
2.
Jalan sukses yang kedua adalah dengan
bekerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas.
-
Kerja keras : bersungguh-sungguh dalam
mengerjakan sesuatu. Mengumpulkan segenap kemampuan untuk bekerja. Memanfaatkan
waktu dan tenaga untuk memaksimalkan pekerjaan yang dilakukan.
-
Kerja cerdas : artinya kita tidak hanya
sekedar bekerja, tapi menggunakan akal dan kecerdasan kita untuk mengerjakan
sesuatu sehingga pekerjaan yang kita lakukan menjadi lebih efisien dan efektif.
INGAT, orang cerdas belum tentu bisa kerja cerdas.
-
Kerja ikhlas : tingkatan kerja ikhlas
ini adalah tingkatan paling tinggi. Namun yang jadi pertanyaan adalah kerja
cerdas tentu lebih sulit dibandingkan dengan hanya mengandalkan ikhlas? Teryata
kerja ikhlas itu bukan berarti pasrah nan pasif namun kerja ikhlas adalah bekerja
dengan hati. Kita ikhlas mengerjakan pekerjaan dengan sebaik-baiknya walaupun
tidak mendapatkan bayaran atau imbalan. Hal ini tentu sulit kan? Makanya
tingkatannya paling tinggi.
Ketika kita sudah memiliki VALENSI yang tinggi
dibidang yang kita inginkan, sudah mencapai To
Be yang diharapkan selanjutnya adalah bersikap PROFESIONAL. Namun ternyata
ini tidak cukup, jadilah EKSPERT. Jika profesional, kita mengerjakan pekerjaan
yang dibayarkan seharga 100rb maka kita akan mengerjakannya seharga 100 rb
tanpa mengurangi kualitas yang kita kerjakan sedikitpun. Tentu saja ini bagus.
Karena kita bekerja seperti yang orang lain harapkan sesuai dengan imbalan yang
kita dapat. Namun jika mampu bersikap EKSPERT tentu lebih bagus lagi, jika kita diberi imbalan untuk mengerjakan
pekerjaan senilai 100rb dan apabila sanggup mengerjakannya dengan kualitas
200rb maka itulah yang disebut ekspert. Uang bukan lagi segalanya, namun
berikanlah yang terbaik untuk pekerjaan yang dilakukan.
Poin penting dari membaca buku ini menurut saya
adalah POSITIF, berpikir positif,
berkata positif dan bertindak positif. Lakukan pekerjaan apapun dengan
sebaik-baiknya, manfaatkan waktu dan jangan sampai menganggur walaupun hanya
sekedar bersih-bersih (INGAT, orang sukses dan yang tidak sukses dibedakan dari
cara mereka memanfaatkan waktunya). Tebar energi positif dan kita akan
mendapatkan balasan energi positif pula. Jangan patah semangat, segera
bertindak dan jangan terbelenggu dengan rantai gajah dan kotak korek api. Jangan
suka mengeluh (tentu saja, ini kan sikap negatif tho? hehe), selalu mengambil
hikmah/pelajaran dari setiap kejadian. Kalau kerja jangan setengah-setengah,
FOKUUUUS, Wes pokok’e Jadilah orang yang selalu POSITIF.[]Nee
Malang, 27-09-2014
04:07 PM
Tidak ada komentar:
Posting Komentar