Pernahkah kamu memulai sesuatu tapi tiba-tiba di
tengah jalan kamu merasa jengah, malas dan tidak ingin menyelesaikan apa yang
sudah kamu mulai ?
Banyak contohnya, menulis novel, menulis skripsi/TA,
bermimpi, bahkan menjalin sebuah hubungan pun bisa kita masukan kedalamnya.
Jika kamu pernah mengalaminya maka kamu tidak
sendiri karena saya adalah salah satu orang yang kadang-kadang seperti itu.
Banyak-banyak bermimpi, namun di tengah jalan ia berbelok ke arah yang berbeda,
ingin menulis buku tentang sesuatu tapi baru mulai beberapa saat kemudian sudah
tak berhasrat lagi untuk menjamahnya, karena tergoda dengan yang lain. Banyak
janin-janin tulisan yang akhirnya tak kusentuh. Kenapa? Karena saya hanya
berani sekaligus berapi-api pada mulanya namun nyalanya tak sampai akhir sudah
teredam air. Sangat tidak bisa fokus. Saya yakin banyak juga diantara
teman-teman yang seperti itu. Tapi sepenuhnya kusadari bahwa itu adalah sebuah
penyakit yang tidak boleh lama-lama dipelihara.
Jika kita preteli satu persatu, penyebab utama masalah tersebut adalah
bisa jadi dari sebuah kemalasan, gagal fokus/tidak fokus mengerjakannya atau
karena mimpi atau keinginan yang telah berbelok arah. Misalnya saja pada
awalnya bercita-cita atau berkeinginan untuk menjadi penulis, mulai menulis
sebuah novel namun tiba-tiba ditengah jalan merasa tidak ingin melanjutkan
tulisan tersebut dan lebih memilih untuk fokus belajar bernyanyi.
Padahal jika kita mampu bertahan dengan apa yang
kita mulai, kemungkinan besar itulah salah satu jalan kesuksesan. Seperti isi
dalam salah satu bukunya Ust.Felix, berjudul Habbits. Bahwa kegiatan yang
dilakukan latihan terus menerus akan membuahkan habbits pada diri kita yang
nantinya akan membuat kita ekspert di bidang yang kita geluti/latih terus
menerus tersebut. Nah, itulah proses yang memang sulit dan butuh keistiqomahan.
Untuk bertahan dan mengakhiri apa yang qt mulai
jalan satu-satunya adalah fokus dan berperang dengan diri sendiri bertekad
sekuat baja bahwa kita bisa untuk bertahan dalam proses. Cayoo, buat siapa saja
yang sudah berani bermimpi mari bernyali untuk mengakhirinya dengan indah. J
Karena banyak
yang bisa memulai tapi hanya sedikit yang bernyali dan sanggup mengakhiri.
(Markonee)
Malang, 27/09/2014
5:35 pm
Edisi revisi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar