Sabtu, 28 April 2012

MUSLIMAH FISIKAWAN


Begitulah blog ini bernama. Yang bertengger beberapa waktu lamanya. Namun tak kunjung ada tulisan yang numpang nampang dibalik halaman-halamannya. Agar terlihat keren, kubuatlah nama indah untuk blog ini. Muslimah fisikawan.
Yang secara tak sengaja kutemukan. Hm. Bagus juga kalau semisal blogku tak kasih nama  muslimah fisikawan. Begitulah, awal yang penuh semangat, oh iya sebelumnya beberapa bulan lamanya blog ini hanya nangkring tak terawat. Aku juga lupa dulu tak kasih nama apa. Akhirnya kutemukan nama indah ini. “Cocok sekali” batinku. Karena aku seorang muslimah juga seorang mahasiswi fisika (mau ngomong fisikawan sebenarnya tapi malu, ilmuku tentang fisika hanya seuprit). Begitulah awal yang begitu indah, penuh semangat dan gelora perjuangan.
Seorang muslimah yang mempunyai harapan besar untuk turut ikut serta dalam menuliskan tinta emas peradaban yang gemilang. Ikut mengembalikan kemuliaan islam dengan ilmu yang dipunyainya. Seorang muslimah yang tangguh serta berdedikasi tinggi untuk kemajuan ilmu pengetahuan mewarisi ilmuwan – ilmuwan muslim lainnya. Namun ternyata apa yang terjadi….blog ini tak ada keren-kerennya sama sekali. Sama sekali tak indah seperti diawalnya. Setelah acara syukuran pemberian nama untuk blogku yang kesekian ini (hehe..asli ngawur ni anak..), akhirnya blogku yang sempat ingin kubuat jadi keren ternyata hanya nangkring tak terawat kembali. Mengenaskan memang !!
Tak ada tulisan, hanya ada beberapa tulisan lama.
Sebulan ini aku kembali berusaha menulis. Walaupun bisa dibilang bukan tulisan namun hanya coretan-coretan tak jelas. Tak ada satupun dari coretan-coretan ngawurku yang ada fisikanya. Bahkan isinya hanyalah cerita ngalor ngidulku.. mana tulisanmu, yang paling tidak menggambarkan sedikit dari nama indah blogmu ini nee??
Muslimah fisikawan. Terlalu bagus nama blog usangku ini. Terlalu tinggi istilahnya. Kalau dikampungku jika ada seorang anak kecil yang sakit-sakitan terus gak tau sakit apa tapi terus sakit dan sakit terus. Biasanya anak tersebut di ganti namanya dengan nama yang lebih ringan. Kaboten jeneng, katanya. Akhirnya si anak sembuh dan nama yang dulu tidak dipakainya kembali. So, lahirlah anak tersebut dengan nama barunya. Wakijo (ini cerita rekaan tapi beneran):D
Apa perlu saya ganti saja? Tapi tak ada nama lain yang ada dalam fikirku…
Biarlah, biarlah ia jadi saksi bahwa ada geliat semangat perjuangan dari seorang yang kecil lagi hina ini. yang punya mimpi seribu tanya dalam sisa hidupnya.
Walau namanya terlalu bagus pun ternyata tak menggambarkan isi (don’t judge the book from the cover, heee gak nyambung yha… biar deh) tak apa karna nasi telah menjadi bubur. Dan saya pun siap untuk meramunya dengan suiran ayam, kaldu, kerupuk, dan bawang goreng jadilah bubur ayam yang lezat dan nikmat. Pikir sendiri yha maknanya....siip dah..

21.27 WIB
Malang, 28-04-2012
masih tetap dikamar kost "kastil hadrol" belum diusir soalnya, 
jadi masih betah aja deh tinggal disini,. 

#cerita tentang wakijo tadi jangan difikir, itu hanya pengandaian saja. 
apalagi mempercayainya, dilarang keras..!






Tidak ada komentar:

Posting Komentar