Begitulah blog
ini bernama. Yang bertengger beberapa waktu lamanya. Namun tak kunjung ada
tulisan yang numpang nampang dibalik halaman-halamannya. Agar terlihat keren,
kubuatlah nama indah untuk blog ini. Muslimah fisikawan.
Yang secara
tak sengaja kutemukan. Hm. Bagus juga kalau semisal blogku tak kasih nama muslimah fisikawan. Begitulah, awal yang
penuh semangat, oh iya sebelumnya beberapa bulan lamanya blog ini hanya nangkring
tak terawat. Aku juga lupa dulu tak kasih nama apa. Akhirnya kutemukan nama
indah ini. “Cocok sekali” batinku. Karena aku seorang muslimah juga seorang
mahasiswi fisika (mau ngomong fisikawan sebenarnya tapi malu, ilmuku tentang
fisika hanya seuprit). Begitulah awal yang begitu indah, penuh semangat dan
gelora perjuangan.
Seorang muslimah
yang mempunyai harapan besar untuk turut ikut serta dalam menuliskan tinta emas
peradaban yang gemilang. Ikut mengembalikan kemuliaan islam dengan ilmu yang
dipunyainya. Seorang muslimah yang tangguh serta berdedikasi tinggi untuk
kemajuan ilmu pengetahuan mewarisi ilmuwan – ilmuwan muslim lainnya. Namun ternyata
apa yang terjadi….blog ini tak ada keren-kerennya sama sekali. Sama sekali tak
indah seperti diawalnya. Setelah acara syukuran pemberian nama untuk blogku
yang kesekian ini (hehe..asli ngawur ni anak..), akhirnya blogku yang sempat
ingin kubuat jadi keren ternyata hanya nangkring tak terawat kembali. Mengenaskan
memang !!
Tak ada tulisan, hanya ada beberapa tulisan
lama.
Sebulan ini aku kembali berusaha menulis. Walaupun
bisa dibilang bukan tulisan namun hanya coretan-coretan tak jelas. Tak ada
satupun dari coretan-coretan ngawurku yang ada fisikanya. Bahkan isinya
hanyalah cerita ngalor ngidulku.. mana tulisanmu, yang paling tidak
menggambarkan sedikit dari nama indah blogmu ini nee??
Muslimah fisikawan.
Terlalu bagus nama blog usangku ini. Terlalu tinggi istilahnya. Kalau dikampungku
jika ada seorang anak kecil yang sakit-sakitan terus gak tau sakit apa tapi
terus sakit dan sakit terus. Biasanya anak tersebut di ganti namanya dengan
nama yang lebih ringan. Kaboten jeneng, katanya. Akhirnya si anak sembuh
dan nama yang dulu tidak dipakainya kembali. So, lahirlah anak tersebut dengan
nama barunya. Wakijo (ini cerita rekaan tapi beneran):D
Apa perlu saya ganti saja? Tapi tak ada nama
lain yang ada dalam fikirku…
Biarlah, biarlah ia jadi saksi bahwa ada
geliat semangat perjuangan dari seorang yang kecil lagi hina ini. yang punya
mimpi seribu tanya dalam sisa hidupnya.
Walau namanya
terlalu bagus pun ternyata tak menggambarkan isi (don’t judge the book from the
cover, heee gak nyambung yha… biar deh) tak apa karna nasi telah menjadi bubur.
Dan saya pun siap untuk meramunya dengan suiran ayam, kaldu, kerupuk, dan bawang
goreng jadilah bubur ayam yang lezat dan nikmat. Pikir sendiri yha maknanya....siip dah..
21.27 WIB
Malang, 28-04-2012
masih tetap dikamar kost "kastil hadrol" belum diusir soalnya,
jadi masih betah aja deh tinggal disini,.
#cerita tentang wakijo tadi jangan difikir, itu hanya pengandaian saja.
apalagi mempercayainya, dilarang keras..!
#cerita tentang wakijo tadi jangan difikir, itu hanya pengandaian saja.
apalagi mempercayainya, dilarang keras..!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar