Sabtu, 28 April 2012

Nanopartikel, S Kecil Generasi TeknologiI Masa Depan


Gak nyangka tulisan ngawur ini jadi juara kategori ilmu alam dalam Um's Essay Competition,,
padahal ini tulisan pertamaku yang aku ikut lombakan, ngawur pula. asal bikin karena udah terdesak deadline..makasih buat mbk saroh calon bu dosen, mahasiswi s2 pend.bind um end dek retna adik se perguruanku yang juga kuliah di sastra indo um semester 4.yang udah coret-coret naskah esayku hingga akhirnya aku harus tulis ulang. katanya mbk saroh "ini seperti tulisan di buku dek belum terasa gaya tulisan anty, kebanyakan data ". sambil corat coret naskah yang udah kubuat susah payah berhari-hari. 
kata dek retna" yang ini didepan mbk, bagus buat pembukaan yang ini gak perlu yang ini bisa dibuat satu paragraf aja..bla..bla..bla.."
makasih yha mbk Saroh n dek Retna buat masukannya. ^^
===========================================================
Kali ini saya menulis sesuatu yang berbeda, bersiaplah untuk membacanya. Niatnya mau nulis essay, entahlah apa ini bisa disebut esay, bahkan saya pun kembali bertanya-tanya apakah ini layak disebut sebagai tulisan. mungkin lebih tepatnya coretan-coretan ngawur yang sedikit agak ilmiah.
==============================================================
***

Dunia sedang menyongsong masa depan abad nanoteknologi. Yang dengannya akan semakin memudahkan segala aktivitas yang dilakukan manusia. Nanopartikel, semakin kecil semakin dicari juga semakin hebat dalam aplikasi teknologi. Selamat datang era nanoteknologi.
Saat ini, para ilmuwan berbagai belahan dunia sedang asyik dengan berbagai penelitiannya tentang nanopartikel, karena menjanjikan masa depan yang sangat cerah untuk peradaban dunia kedepan. Negara-negara maju pun saling berlomba-lomba untuk pengembangan teknologi nano. Hal tersebut dilakukan untuk meraih keunggulan di bidang yang menarik ini. Tak tanggung-tanggung, dana sebesar jutaan dolar pun digelontorkan untuk menunjang penelitian dalam pengembangan teknologi nano. Jepang misalnya, menurut laporan Technology Transfer Centre,  berani menginvestasikan dana sebesar satu milyar dollar AS untuk pengembangan teknologi nanonya pada tahun 2002 lalu disusul negara-negara besar seperti AS dan Uni Eropa.
Nanopartikel telah menundukkan wajah para ilmuwan untuk semakin giat dan terus menelitinya. Jika dulu kita tau adanya benda dengan partikelnya yang berukuran mikrometer, ternyata seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sekarang telah bergeser eranya menjadi berukuran nano. Karena keunggulannya yang jauh melebihi keunggulan benda yang berukuran mikro. Semakin kecil semakin menunjukkan kehebatannya, begitu istilah yang tepat untuk menggambarkan teknologi nano. Mungkin anda bertanya-tanya apa sebenarnya nanopartikel itu atau nanoteknologi yang sempat saya singgung dibagian awal paragraf.  Nanopartikel adalah sebuah partikel yang berukuran nanometer. Sedangkan untuk aplikasi teknologi dengan menggunakan partikel yang berukuran nano disebut dengan nanoteknologi. Untuk menggambarkan berapa ukuran dari nanopartikel tersebut, anda dapat membayangkan rambut anda dibelah menjadi 50.000. Sangat kecil tentunya, karena satu nano meter sama dengan satu-per-milyar meter. Si kecil yang unik saya menyebutnya karena dalam dimensi sekecil itulah beberapa sifat fisis justru muncul yang pada skala mikro tidak muncul.
Aplikasi teknologi dengan menggunakan material berskala mikro sudah berada di akhir masa kejayaannya, sekarang giliran nanoteknologi yang akan merajai dunia. Banyak keunggulan yang didapat dengan menggunakan teknologi nano, karena dalam skala inilah terjadi beberapa peningkatan kualitas dari sebuah bahan. Misalnya pada carbon nanotube mempunyai kekuatan 6 kali lebih kuat daripada baja. Peningkatan kualitas dari nanopartikel tersebut tidak lain disebabkan karena ukurannya yang super kecil. Hal ini dapat dijelaskan dengan menggunakan teori gelombang dari partikel atau teori kuantum. Dengan menggunakan persamaan schroedinger fenomena sifat diskrit energi atom hidrogen muncul secara natural, yang selanjutnya juga teramati pada molekul atau partikel terikat dalam suatu potensial(Ballentine, L.E. 1998). Fenomena inilah yang tidak teramati jika partikel berada dalam dimensi makro.
Teknologi berbasis nanopartikel akan mengubah paradigma anda tentang sesuatu yang dirasa tidak mungkin menjadi mungkin. Dengan teknologi yang semakin canggih, membuat ilmuwan berlomba-lomba untuk membuat berbagai penelitian. Memang, jika dulu sesuatu bisa dianggap sebuah mimpi yang mustahil namun hal tersebut menjadi hal yang tidak mustahil bahkan ilmiah untuk dilakukan. Seperti adanya robot yang dapat disuntikkan ke dalam tubuh manusia untuk memperbaiki sel-sel kanker dengan tujuan menyembuhkan pasien dari penyakit kanker atau mungkin anda masih belum terpikirkan bahwa di masa-masa mendatang akan ada pakaian yang memiliki kipas listrik berukuran nano yang membuat kita tetap sejuk dikala panas serta kering dikala hujan. Jangan khawatir,. karena hal ini bukan perkara yang mustahil, dengan adanya nanoteknologi akan dapat menjawab tantangan ini. Bukan sulap juga bukan sihir, namun ini adalah sesuatu yang dapat ditinjau secara ilmiah. Sebagian peneliti memprediksi bahwa nanoteknologi akan benar-benar mengubah masa depan umat manusia.
Sangat mengagumkan memang, mengingat ukurannya yang super kecil namun justru dengan itu membuatnya menjadi unggul. Aplikasi dari perkembangan nanoteknologi dapat digunakan hampir dalam seluruh bidang teknologi seperti nanoteknologi biomedis, nanobioteknologi, nanomedichine, nanochemist, nanomaterial, ini pula yang membuatnya banyak dikejar para peneliti. Bahkan saat ini pengembangan nanoteknologi sudah kearah bidang pertanian dengan penggunaan pupuk berbasis nanopartikel yang dapat meningkatkan efisiensi dari pupuk sebesar 25 persen, serta pemanfaatannya dapat menghasilkan benih tanaman yang kebal terhadap iklim ekstrim dan berbagai hama penyakit tanaman yang seringkali melanda.
Hebatnya, teknologi berbasis nanopartikel ini akan dapat mengubah kehidupan manusia. Diperkirakan pada 5 tahun yang akan datang seluruh aspek kehidupan manusia akan mulai menggunakan produk-produk nanoteknologi yang diaplikasikan hampir dalam seluruh bidang. Efek dari hal ini tentu sangat bagus karena dengan begitu akan dapat memudahkan manusia dalam segala aktivitas yang dilakukannya. Seluruh barang dan peralatan yang digunakan menggunakan nanoteknologi hingga mungkin suatu peradaban baru yang belum pernah anda bayangkan sebelumnya dapat tercipta. Seperti yang sebelumnya saya sebutkan, hal-hal yang seakan-akan mimpi dapat menjadi kenyataan. Kain yang ada di masa depan bukan lagi kain seperti yang ada saat ini tapi kain yang anti kotor, anti noda, anti panas dan anti basah. Tidak perlu heran, sangat ilmiah jika hal ini terjadi karena nanopartikel yang ada didalam kain tersebut akan dapat menangkal segala kotoran maupun noda dan juga air yang akan merembes karena partikel dari kotoran tersebut tidak akan dapat menembus nanopartikel yang terdapat di kain. Karena perbandingan antara partikel dalam kotoran yang akan menempel maupun air yang akan merembes ukurannya lebih besar dibandingkan dengan partikel yang menyusun kain, sederhananya seperti itu,
Tidak mengherankan jika dengan manfaat serta keunggulan yang dimiliki teknologi nano membuat negara-negara maju berlomba-lomba untuk mengembangkannya. Berbagai badan pun didirikan seperti Expert Group on Nanotechnology oleh pemerintah Jepang melalui Federasi Organisasi Ekonomi Jepang, Kaidanren sebagai promotor motor penelitian nanoteknologi. AS pun telah serius mengembangkan teknologi nano dengan mendirikan National Nanotechnology Initiative. Begitupun dengan badan swasta tak mau ketinggalan, ada IBM yang sedang mengembangkan instrumen penyimpan data sebesar jarum nano dengan teknik scanning tunneling microscope yang mampu menyimpan 25 juta halaman buku dalam alat penyimpanan yang berukuran hanya sebesar perangko.
Indonesia pun seakan tak mau ketinggalan, ada PT Dirgantara Indonesia yang bekerja sama dengan Pusat Teknologi Elektronika Dirgantara dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) yang telah merancang sebuah satelit nano yang dinamakan Indonesia  nano satelit-1 (Inasat). Selain itu juga ada Mochtar Riady dari Group Lippo dan Prof. Yohanes surya (pelopor Tim Olimpiade Fisika Indonesia ) dan kawan-kawannya telah mendirikan Center for Nanotechnology. Dengan ukurannya yang lebih kecil akan membuat teknologi nano menjadi lebih kuat dan efisien serta banyak keunggulan lainnya. Bahkan kini sedang dikembangkan komputer quantum dengan nanoteknologi.
            Nanopartikel benar-benar akan mengubah dunia dalam beberapa tahun mendatang, sebagai jawaban atas berbagai tantangan perkembangan era globalisasi saat ini. Terbukti dengan semakin banyaknya badan-badan khusus yang bertugas sebagai media pengembangan dan penelitian bidang nano.  Tentu banyak pula yang akan didapat manusia dengan adanya perkembangan nanoteknologi ini, diantaranya adalah meningkatkan kualitas hidup, mempermudah segala aktivitas yang dilakukan serta semakin majunya peradaban manusia. Memang banyak sekali dampak positif yang akan didapat namun bersiaplah anda karena kita belum tau dampak negatif seperti apa yang mengintip dibalik materi super kecil yang sangat menarik ini. Tentu dibalik dampak positif akan ada dampak negatif yang juga mengikutinya. Semoga para ilmuwan tak hanya dapat menguak dampak positif yang ada dalam “si kecil” ini namun juga dapat meminimalisir dampak negatif yang ada dibaliknya.
Sekali lagi saya ucapkan, selamat datang era nanoteknologi. Semoga kehadiranmu membawa berkah untuk umat manusia.
 
Malang, 27 April 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar