Gak nyangka tulisan ngawur ini jadi juara kategori ilmu alam dalam Um's Essay Competition,,
padahal ini tulisan pertamaku yang aku ikut lombakan, ngawur pula. asal bikin karena udah terdesak deadline..makasih buat mbk saroh calon bu dosen, mahasiswi s2 pend.bind um end dek retna adik se perguruanku yang juga kuliah di sastra indo um semester 4.yang udah coret-coret naskah esayku hingga akhirnya aku harus tulis ulang. katanya mbk saroh "ini seperti tulisan di buku dek belum terasa gaya tulisan anty, kebanyakan data ". sambil corat coret naskah yang udah kubuat susah payah berhari-hari. kata dek retna" yang ini didepan mbk, bagus buat pembukaan yang ini gak perlu yang ini bisa dibuat satu paragraf aja..bla..bla..bla.."
padahal ini tulisan pertamaku yang aku ikut lombakan, ngawur pula. asal bikin karena udah terdesak deadline..makasih buat mbk saroh calon bu dosen, mahasiswi s2 pend.bind um end dek retna adik se perguruanku yang juga kuliah di sastra indo um semester 4.yang udah coret-coret naskah esayku hingga akhirnya aku harus tulis ulang. katanya mbk saroh "ini seperti tulisan di buku dek belum terasa gaya tulisan anty, kebanyakan data ". sambil corat coret naskah yang udah kubuat susah payah berhari-hari. kata dek retna" yang ini didepan mbk, bagus buat pembukaan yang ini gak perlu yang ini bisa dibuat satu paragraf aja..bla..bla..bla.."
makasih yha mbk Saroh n dek Retna buat masukannya. ^^
===========================================================
Kali ini saya menulis sesuatu yang berbeda, bersiaplah untuk membacanya. Niatnya mau nulis essay, entahlah apa ini bisa disebut esay, bahkan saya pun kembali bertanya-tanya apakah ini layak disebut sebagai tulisan. mungkin lebih tepatnya coretan-coretan ngawur yang sedikit agak ilmiah.
==============================================================
***
Dunia sedang menyongsong masa depan
abad nanoteknologi. Yang dengannya akan semakin memudahkan segala aktivitas
yang dilakukan manusia. Nanopartikel, semakin kecil semakin dicari juga semakin
hebat dalam aplikasi teknologi. Selamat datang era nanoteknologi.
Saat ini, para ilmuwan berbagai
belahan dunia sedang asyik dengan berbagai penelitiannya tentang nanopartikel,
karena menjanjikan masa depan yang sangat cerah untuk peradaban dunia kedepan.
Negara-negara maju pun saling berlomba-lomba untuk pengembangan teknologi nano.
Hal tersebut dilakukan untuk meraih keunggulan di bidang yang menarik ini. Tak
tanggung-tanggung, dana sebesar jutaan dolar pun digelontorkan untuk menunjang penelitian
dalam pengembangan teknologi nano. Jepang misalnya, menurut
laporan Technology Transfer Centre, berani
menginvestasikan dana sebesar satu milyar dollar AS untuk pengembangan
teknologi nanonya pada tahun 2002 lalu disusul negara-negara besar seperti AS
dan Uni Eropa.
Nanopartikel telah menundukkan wajah
para ilmuwan untuk semakin giat dan terus menelitinya. Jika dulu kita tau
adanya benda dengan partikelnya yang berukuran mikrometer, ternyata seiring
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sekarang telah bergeser eranya menjadi
berukuran nano. Karena keunggulannya yang jauh melebihi keunggulan benda yang
berukuran mikro. Semakin kecil semakin menunjukkan kehebatannya, begitu istilah
yang tepat untuk menggambarkan teknologi nano. Mungkin anda bertanya-tanya apa
sebenarnya nanopartikel itu atau nanoteknologi yang sempat saya singgung
dibagian awal paragraf. Nanopartikel
adalah sebuah partikel yang berukuran nanometer. Sedangkan untuk aplikasi
teknologi dengan menggunakan partikel yang berukuran nano disebut dengan nanoteknologi.
Untuk menggambarkan berapa ukuran dari nanopartikel tersebut, anda dapat
membayangkan rambut anda dibelah menjadi 50.000. Sangat kecil tentunya, karena
satu nano meter sama dengan satu-per-milyar meter. Si kecil yang unik saya
menyebutnya karena dalam dimensi sekecil itulah beberapa sifat fisis justru
muncul yang pada skala mikro tidak muncul.
Aplikasi teknologi dengan menggunakan
material berskala mikro sudah berada di akhir masa kejayaannya, sekarang
giliran nanoteknologi yang akan merajai dunia. Banyak keunggulan yang didapat
dengan menggunakan teknologi nano, karena dalam skala inilah terjadi beberapa
peningkatan kualitas dari sebuah bahan. Misalnya pada carbon nanotube
mempunyai kekuatan 6 kali lebih kuat daripada baja. Peningkatan kualitas dari
nanopartikel tersebut tidak lain disebabkan karena ukurannya yang super kecil.
Hal ini dapat dijelaskan dengan menggunakan teori gelombang dari partikel atau
teori kuantum. Dengan menggunakan persamaan schroedinger fenomena sifat diskrit
energi atom hidrogen muncul secara natural, yang selanjutnya juga teramati pada
molekul atau partikel terikat dalam suatu potensial(Ballentine, L.E. 1998).
Fenomena inilah yang tidak teramati jika partikel berada dalam dimensi makro.
Teknologi berbasis nanopartikel akan
mengubah paradigma anda tentang sesuatu yang dirasa tidak mungkin menjadi
mungkin. Dengan teknologi yang semakin canggih, membuat ilmuwan berlomba-lomba
untuk membuat berbagai penelitian. Memang, jika dulu sesuatu bisa dianggap
sebuah mimpi yang mustahil namun hal tersebut menjadi hal yang tidak mustahil
bahkan ilmiah untuk dilakukan. Seperti adanya robot yang dapat disuntikkan ke
dalam tubuh manusia untuk memperbaiki sel-sel kanker dengan tujuan menyembuhkan
pasien dari penyakit kanker atau mungkin anda masih belum terpikirkan bahwa di
masa-masa mendatang akan ada pakaian yang memiliki kipas listrik berukuran nano
yang membuat kita tetap sejuk dikala panas serta kering dikala hujan. Jangan
khawatir,. karena hal ini bukan perkara yang mustahil, dengan adanya
nanoteknologi akan dapat menjawab tantangan ini. Bukan sulap juga bukan sihir,
namun ini adalah sesuatu yang dapat ditinjau secara ilmiah. Sebagian peneliti
memprediksi bahwa nanoteknologi akan benar-benar mengubah masa depan umat
manusia.
Sangat
mengagumkan memang, mengingat ukurannya yang super kecil namun justru dengan
itu membuatnya menjadi unggul. Aplikasi dari perkembangan nanoteknologi dapat
digunakan hampir dalam seluruh bidang teknologi seperti nanoteknologi
biomedis, nanobioteknologi, nanomedichine, nanochemist, nanomaterial, ini
pula yang membuatnya banyak dikejar para peneliti. Bahkan saat ini pengembangan
nanoteknologi sudah kearah bidang pertanian dengan penggunaan pupuk berbasis
nanopartikel yang dapat meningkatkan efisiensi dari pupuk sebesar 25 persen,
serta pemanfaatannya dapat menghasilkan benih tanaman yang kebal terhadap iklim
ekstrim dan berbagai hama penyakit tanaman yang seringkali melanda.
Hebatnya,
teknologi berbasis nanopartikel ini akan dapat mengubah kehidupan manusia.
Diperkirakan pada 5 tahun yang akan datang seluruh aspek kehidupan manusia akan
mulai menggunakan produk-produk nanoteknologi yang diaplikasikan hampir dalam
seluruh bidang. Efek dari hal ini tentu sangat bagus karena dengan begitu akan
dapat memudahkan manusia dalam segala aktivitas yang dilakukannya. Seluruh
barang dan peralatan yang digunakan menggunakan nanoteknologi hingga mungkin
suatu peradaban baru yang belum pernah anda bayangkan sebelumnya dapat
tercipta. Seperti yang sebelumnya saya sebutkan, hal-hal yang seakan-akan mimpi
dapat menjadi kenyataan. Kain yang ada di masa depan bukan lagi kain seperti yang
ada saat ini tapi kain yang anti kotor, anti noda, anti panas dan anti basah.
Tidak perlu heran, sangat ilmiah jika hal ini terjadi karena nanopartikel yang
ada didalam kain tersebut akan dapat menangkal segala kotoran maupun noda dan
juga air yang akan merembes karena partikel dari kotoran tersebut tidak akan
dapat menembus nanopartikel yang terdapat di kain. Karena perbandingan antara
partikel dalam kotoran yang akan menempel maupun air yang akan merembes
ukurannya lebih besar dibandingkan dengan partikel yang menyusun kain,
sederhananya seperti itu,
Tidak
mengherankan jika dengan manfaat serta keunggulan yang dimiliki teknologi nano
membuat negara-negara maju berlomba-lomba untuk mengembangkannya. Berbagai badan
pun didirikan seperti Expert Group on Nanotechnology oleh pemerintah Jepang
melalui Federasi Organisasi Ekonomi Jepang, Kaidanren sebagai promotor motor
penelitian nanoteknologi. AS pun telah serius mengembangkan teknologi nano
dengan mendirikan National Nanotechnology Initiative. Begitupun dengan badan
swasta tak mau ketinggalan, ada IBM yang sedang mengembangkan instrumen
penyimpan data sebesar jarum nano dengan teknik scanning tunneling microscope
yang mampu menyimpan 25 juta halaman buku dalam alat penyimpanan yang berukuran
hanya sebesar perangko.
Indonesia
pun seakan tak mau ketinggalan, ada PT Dirgantara Indonesia yang bekerja sama
dengan Pusat Teknologi Elektronika Dirgantara dari Lembaga Penerbangan dan
Antariksa Nasional (LAPAN) yang telah merancang sebuah satelit nano yang
dinamakan Indonesia nano satelit-1
(Inasat). Selain itu juga ada Mochtar Riady dari Group Lippo dan Prof. Yohanes
surya (pelopor Tim Olimpiade Fisika Indonesia ) dan kawan-kawannya telah
mendirikan Center for Nanotechnology. Dengan ukurannya yang lebih kecil
akan membuat teknologi nano menjadi lebih kuat dan efisien serta banyak
keunggulan lainnya. Bahkan kini sedang dikembangkan komputer quantum dengan
nanoteknologi.
Nanopartikel benar-benar akan
mengubah dunia dalam beberapa tahun mendatang, sebagai jawaban atas berbagai
tantangan perkembangan era globalisasi saat ini. Terbukti dengan semakin
banyaknya badan-badan khusus yang bertugas sebagai media pengembangan dan
penelitian bidang nano. Tentu banyak pula
yang akan didapat manusia dengan adanya perkembangan nanoteknologi ini,
diantaranya adalah meningkatkan kualitas hidup, mempermudah segala aktivitas
yang dilakukan serta semakin majunya peradaban manusia. Memang banyak sekali
dampak positif yang akan didapat namun bersiaplah anda karena kita belum tau
dampak negatif seperti apa yang mengintip dibalik materi super kecil yang
sangat menarik ini. Tentu dibalik dampak positif akan ada dampak negatif yang
juga mengikutinya. Semoga para ilmuwan tak hanya dapat menguak dampak positif
yang ada dalam “si kecil” ini namun juga dapat meminimalisir dampak negatif
yang ada dibaliknya.
Sekali lagi saya ucapkan, selamat datang era nanoteknologi.
Semoga kehadiranmu membawa berkah untuk umat manusia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar