Sabtu, 21 Juli 2012

1 Ramadhan


Beberapa hari yang lalu umat islam dibuat deg-degan oleh peristiwa besar bagi umat islam yakni penetapan awal bulan ramadhan. Walaupun pada akhirnya diputuskan oleh pemerintah bahwa 1 ramadhan adalah hari sabtu ini. Namun disisi lain banyak pula yang telah menunaikan ibadah puasa dari hari jumat. Ada pula yang mengaku sudah melihat hilal sehingga 1 ramadhan adalah hari jumat. Salah satu yang mengaku sudah melihat hilal adalah di Cakung. Dengan adanya beberapa saksi yang bersumpah bahwa telah melihat hilal tidak membuat pemerintah bergeming untuk menetapkan 1 ramadhan pada hari jumat.

Sepertinya pemerintah memang tidak mau kejadian seperti pada kisah Anas bin Malik al-Anshari terjadi. Pada waktu itu orang-orang tengah melakukan rukyat untuk menentukan permulaan bulan suci Ramadhan. Namun ternyata pada saat proses pengamatan tak ada seorang pun yang dapat melihat bulan baru kecuali seorang yakni Anas bin Malik al-Anshari. Beliau adalah salah seorang tokoh ahli hadist. Yang pada saat itu sudah berusia 100 tahun.

Karena yang melihat hanya beliau sedangkan orang-orang ramai tidak seorangpun yang melihatnya. Akhirnya Iyas berkata agar Anas mau menunjukkannya pada orang-orang.

“Tunjukkanlah pada kami dimana letaknya,” kata Iyas.

Akhirnya Anas memberitahu dimana letak bulan yang ia lihat tersebut. namun tak seorang pun yang hadir  melihat bulan baru tersebut. Hal ini membuat Iyas berpikir sejenak bagaimana mungkin bulan tersebut hanya Anas yang dapat melihatnya. Secara tak sengaja Iyas melihat sehelai rambut cambang yang berwarna putih yang menutupi sebelah mata orang tua tersebut. Iyas berusaha untuk menyibak dan meluruskan rambut tersebut.

Lalu Iyas berkata pada orang tua tersebut, “Coba Anda lihat sekali lagi dan perlihatkan pada kami dimana letak bulan sabit tersebut.” Lalu Anas menatap keatas langit, kemudian berkata,”Aneh sekali, sekarang aku tak melihat apa-apa.

Kisah ini membuktikan bahwa dalam hal-hal tertentu fisik orang muda dan sehat lebih utama daripada orang tua yang lemah.

Entahlah mana yang benar, saya juga tidak tahu karena saya cuma jamaah ikut-ikutan saja. 
Jika memang pemerintah takut kejadian seperti kisah diatas terjadi maka yang perlu dilakukan adalah memeriksa mata semua saksi tersebut apakah pada saat menyaksikan bulan baru tersebut dimatanya tertutupi oleh cambang putih seperti pada Anas atau tidak. Jika memang begitu berarti memang penetapan 1 ramadhan berdasarkan kesaksian yang ada di cakung tersebut adalah salah dan tidak perlu diikuti. Tapi bagaimana jika memang saksi-saksi benar adanya melihat hilal?

21-07-2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar