Beberapa hari yang lalu umat islam dibuat deg-degan oleh
peristiwa besar bagi umat islam yakni penetapan awal bulan ramadhan. Walaupun
pada akhirnya diputuskan oleh pemerintah bahwa 1 ramadhan adalah hari sabtu
ini. Namun disisi lain banyak pula yang telah menunaikan ibadah puasa dari hari
jumat. Ada pula yang mengaku sudah melihat hilal sehingga 1 ramadhan adalah
hari jumat. Salah satu yang mengaku sudah melihat hilal adalah di Cakung.
Dengan adanya beberapa saksi yang bersumpah bahwa telah melihat hilal tidak
membuat pemerintah bergeming untuk menetapkan 1 ramadhan pada hari
jumat.
Sepertinya pemerintah memang tidak mau kejadian seperti pada
kisah Anas bin Malik al-Anshari terjadi. Pada waktu itu orang-orang tengah
melakukan rukyat untuk menentukan permulaan bulan suci Ramadhan. Namun ternyata
pada saat proses pengamatan tak ada seorang pun yang dapat melihat bulan baru
kecuali seorang yakni Anas bin Malik al-Anshari. Beliau adalah salah seorang
tokoh ahli hadist. Yang pada saat itu sudah berusia 100 tahun.
Karena yang melihat hanya beliau sedangkan orang-orang
ramai tidak seorangpun yang melihatnya. Akhirnya Iyas berkata agar Anas mau menunjukkannya
pada orang-orang.
“Tunjukkanlah pada kami dimana letaknya,” kata Iyas.
Akhirnya Anas memberitahu dimana letak bulan yang ia lihat
tersebut. namun tak seorang pun yang hadir
melihat bulan baru tersebut. Hal ini membuat Iyas berpikir sejenak
bagaimana mungkin bulan tersebut hanya Anas yang dapat melihatnya. Secara tak
sengaja Iyas melihat sehelai rambut cambang yang berwarna putih yang menutupi
sebelah mata orang tua tersebut. Iyas berusaha untuk menyibak dan meluruskan
rambut tersebut.
Lalu Iyas berkata pada orang tua tersebut, “Coba Anda lihat
sekali lagi dan perlihatkan pada kami dimana letak bulan sabit tersebut.” Lalu
Anas menatap keatas langit, kemudian berkata,”Aneh sekali, sekarang aku tak
melihat apa-apa.
Kisah ini membuktikan bahwa dalam hal-hal tertentu fisik
orang muda dan sehat lebih utama daripada orang tua yang lemah.
Entahlah mana yang benar, saya juga tidak tahu karena saya
cuma jamaah ikut-ikutan saja.
Jika memang pemerintah takut kejadian seperti kisah
diatas terjadi maka yang perlu dilakukan adalah memeriksa mata semua saksi
tersebut apakah pada saat menyaksikan bulan baru tersebut dimatanya tertutupi oleh cambang putih seperti pada Anas atau
tidak. Jika memang begitu berarti memang penetapan 1 ramadhan berdasarkan kesaksian
yang ada di cakung tersebut adalah salah dan tidak perlu diikuti. Tapi
bagaimana jika memang saksi-saksi benar adanya melihat hilal?
21-07-2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar