Selasa, 07 Agustus 2012

Mungkinkah Tuhan Melakukan Kesalahan?


Inilah hari yang besar. Hari dimana semua makhluk berdiri dihadapan Tuhannya. Hari ini bermacam-macam muka yang ada. Ada yang tertunduk lesu, ada yang matanya berbinar-binar, ada yang murung, ada yang sedih lagi galau. Namun tampang muka yang paling banyak adalah tampang murung dan bersedih. Mungkin galau karena bingung apa yang harus dikatakan pada Tuhan yang telah menciptakannya. Bingung dengan pertanggungjawaban yang harus dia berikan dengan segala yang telah diberi oleh Tuhannya.

Ditengah wajah-wajah yang gundah gulana. Ada wajah yang sumringah dengan mata yang berbinar-binar. Dialah Haji Samiun, dia senang karena merasa pasti akan dimasukkan surga. Wajahnya benar-benar menampakkan wajah yang sangat optimis bahwa Tuhan akan memasukkannya ke dalam surga. Satu persatu orang orang pun dipanggil. Ada yang dimasukkan ke dalam surga dengan malaikat yang tersenyum manis. Ada pula yang diseret-seret oleh malaikat bermuka garang dan menyeramkan menuju ke dalam neraka. Ketika melihat orang yang dimasukkan ke dalam surga, Haji Samiun melambai-lambaikan tangannya seakan ingin mengatakan “hai tunggu aku, aku akan menyusulmu masuk ke surga”.

Sikap Haji Samiun ini mungkin agak berlebihan. Namun sikap haji Samiun ini bukannya tanpa alasan. Karena memang semasa didunia dulu ia adalah seorang yang sangat taat beragama, ia habiskan hidupnya untuk beribadah, beribadah dan hanya beribadah. Ia gadaikan hidupnya berada di jalan Allah dengan menjadi seorang penjaga masjid. Masa tuanya ia habiskan untuk selalu beribadah. Semua ibadah telah ia lakukan. Setiap menit ia gunakan untuk berdzikir kepada Tuhan. Karena itulah ia sangat optimis akan dimasukkan ke dalam surga.

Saat-saat yang ditunggu-tunggu pun tiba. Akhirnya tibalah giliran Haji Samiun untuk menghadap Tuhan. Dengan tersenyum bangga ia menghadap dan menyembah Tuhan. Lalu Tuhan mengajukan beberapa pertanyaan. Pertama Tuhan mengajukan pertanyaan apa yang telah dilakukan oleh Haji Samiun didunia.

“Aku selalu menyembah Engkau Tuhan.” Kata Haji Samiun.

“Yang lainnya?”

“Aku juga membaca kitab, setiap hari setiap waktu aku selalu menyebut-nyebut namaMu, tanpa pernah lalai sedikitpun dalam beribadah kepadaMU.”

“Lainnya?”

“Aku telah menyempurnakan ibadah dengan melaksanakan salah satu perintahMu yakni berangkat ke tanah suci untuk melaksanakan ibadah haji.”

“Ada yang lainnya lagi?”

“Semua perintahMu telah aku laksanakan, semua laranganMu telah aku tinggalkan. Walaupun seluruh dunia berlumur dosa kepadaMu namun aku tetap berada dalam ketaatan padaMu. Akupun selalu bersyukur dan bersabar atas segala yang telah Engkau beri.”

“Yang lain?”
Haji Samiun kebingungan, semua yang telah dilakukannya didunia telah ia sampaikan. Hingga ia tak dapat berkata-kata lagi.

“Telah hamba sampaikan semua yang telah hamba lakukan didunia. Sungguh tak ada lagi yang dapat hamba sampaikan. hanya itu yang telah hamba lakukan dan kerjakan didunia selain berada dalam ketaatan kepadaMu.

“Oke, kalau begitu masukan dia ke neraka.” Sahut Tuhan pada malaikat.
Haji Samiun hanya ndlongop tak bisa berkata-kata lagi. Bagaimana mungkin ia dimasukkan ke dalam neraka. Pasti Tuhan telah melakukan kekhilafan. Pasti ini ada kesalahan. Karena tak mungkin ia bisa dimasukkan kedalam neraka. Haji Samiun tak mengerti dengan apa yang telah dikehendaki oleh Tuhan.[]DP

(Bersambung)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar