(FTS edisi Jumat, 12 Oktober 2012)
Bulu mata lentik itu mengerjap-ngerjap, seiring hembusan
angin dari kipas yang menyapa wajahnya. Siang itu, hawa lebih panas dari
biasanya. Wajah gadis itu terlihat pucat dan cemas. Gerak tubuh dan mimik
wajahnya menyiratkan kegundahan. Satu, dua, tiga. Aha. Ternyata hampir semua orang
di ruangan itu menunjukkan wajah yang hampir sama. Galau. Semua mata
berputar-putar cemas menunggu kedatangan dosen.
Mereka adalah mahasiswa dari dosen yang terkenal
perfeksionis di jurusan. Siang itu semua mahasiswa terlihat heboh dengan diktat
kuliahnya sambil sesekali melihat pintu. Bukan mau ujian maupun tes. Hanya
perkuliahan biasa. Setiap menjelang perkuliahan selalu diawali dengan
ketegangan. Dosen itu selalu saja memberi pertanyaan bergilir pada para
mahasiswanya sebelum mulai mengajar. Alhasil, sebelum kuliah dimulai, semuanya
harus belajar sungguh-sungguh jika tidak ingin terlihat konyol karena tidak
bisa menjawab pertanyaan. Saat-saat yang sangat menegangkan bagi yang belum
siap.
Ketika perkuliahan berakhir tugas bertumpuk-tumpuk siap
menemani malam-malam panjang. Mungkin
efeknya mata agak bengkak karena kebanyakan begadang karena mengerjakan tugas
yang bejibun. Adakalanya memang diperlukan pendidik yang seperti itu.
Mengajarkan bahwa tugas mahasiswa memang belajar. Bukan belajar jika hanya mau
ujian. Kapan majunya Indonesia jika mahasiswanya suka sistem kebut semalam
dalam belajar? Jempol dah buat Mr Mark.[]DP
aaaahhhhhhhhh, I miss that moment ^^
BalasHapusthe moment watched Mr. Mark when he was teaching...... :(
but i didn't miss the moment when he gave us a tired task :D